Liputan Wartawan : Kurniawan, Tribun Pos Empat Lawang, Sumsel

TRIBUN POS, EMPAT LAWANG  || Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Empat Lawang Rita Purwaningsih, melalui Kasie Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar (SD) Nyimas Aldilah S.Pd., menyampaikan bahwa proses belajar mengajar untuk siswa baru akan berlangsung mulai  Senin 12 juli 2021 mendatang.


Untuk kedepannya, para tenaga pendidik (guru-red) yang sudah divaksin wajib mengadakan proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, namun tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), diantaranya sekolah wajib menyiapkan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu (thermogun), hand sanitizer, toilet yang layak/bersih dan menjaga jarak.

” Sesuai Surat Ketetapan Bersama (SKB), maka proses belajar mengajar dimulai senin 12 juli 2021 dan untuk 1 kelas maksimal diisi 18 murid. Dan untuk respon orang tua murid, 100 persen mereka setuju dengan sekolah tatap muka,” terang Nyimas Adilah.

Salah satu orang tua murid Sinta, menyambut baik sekolah dengan cara tatap muka, karena menurutnya kalau sekolah di rumah anak-anak kebanyakan main daripada belajar.

” Semoga corona cepat berlalu, supaya proses belajar mengajar berjalan seperti dulu, sehingga anak kami bisa fokus belajar demi mengejar cita-citanya,” ungkap.

Untuk diketahui jumlah Sekolah Dasar di Empat Lawang berjumlah 184 sekolah terdiri dari 175 Sekolah Dasar Negeri dan 9 Sekolah Dasar Swasta, dengan jumlah guru sebanyak 1694 orang dan 93 % tenaga pendidikan sudah di vaksin.

Diwaktu terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021) lalu mengatakan  Bapak Presiden Jokowi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu, harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas.

”  Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” katannya.

Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan meski sudah ada aturan terkait sekolah tatap muka terbatas di bulan depan, izin anak ke sekolah tetap di tangan orang tua. Dia juga mengatakan guru harus divaksinasi lebih dulu sebelum sekolah tatap muka dimulai.

” Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim ke kepala daerah prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas yang tadi kami sampaikan dilaksanakan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin Corona (COVID-19). (red)

 

Wartawan :  Kurniawan
Editor : Putri

Komentar

Headline