oleh

Jual Pil Hexymer, 3 Pemuda di Tubaba Dibekuk Polisi, Terancam 10 Tahun Penjara

Laporan: Darwis Ib/ Wartawan Tribunpos Tulang Bawang Barat, Lampung

TRIBUNPOS, TUBABA — Kasus peredaran obat terlarang pil hexymer atau yang familiar disebut pil koplo berhasil diungkap oleh jajaran Sat Resnarkoba Polres Tulang Bawang Barat, Lampung. Tiga orang tersangka berhasil diamankan dan ditahan di Mapolres Tubaba.


Para tersangka yang masih berusia muda ini, masing-masing berinisial HW (23), IGM (24) dan AWR (27). Ketiganya dibekuk di tempat berbeda.

IGM dan HW di warung tuak Marbun yang berada di Tiyuh Daya Asri Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, sedangkan IWR di kediamannya di Keluarahan Mulya Asri.

Adapun barang bukti yang diamankan, 22 (dua puluh dua) klip plastik bening berisi 211 (dua ratus sebelas) butir diduga pil jenis hexymer berwarna kuning, 5 (lima) botol plastik kosong warna putih bekas tempat obat hexymer, 3 (tiga) buah hp android, 1 (satu) unit sepeda motor, dan 1 (satu) bungkus plastik, berisikan 34 buah klip plastik ukuran sedang.

Terbongkarnya kasus pil koplo ini berawal dari laporan informasi warga, bahwa di lapo tuak milik Marbun yang berada di Tiyuh Daya Asri, ada seorang laki laki yang sering menjual pil jenis hexymer.

Kemudian team lidik Satuan Narkoba Tubaba melakukan penyelidikan, pada Selasa 10 Agustus 2021 sekira jam 01.00 Wib lakukan penindakan di tempat tersebut, terhadap HW (23) dan didapatkan di jok sepeda motornya 10 (sepuluh) butir pil hexymer yang dikemas dalam satu klip plastik bening, kemudian didapat keterangan bahwa pil tersebut dibelinya dari IGM (24) yang akan dijualkan lagi olehnya.

Dari penangkapan itu, selanjutnya dikembangkan dan didapatlah nama tersangka AWR (27), selaku penyedia barang kepada tersangka sebelumnya.

“Dari pengakuan IGM, dimana ia membeli pil tersebut, kemudian team pun melakukan penangkapan terhadap AWR di kediamannya di Kelurahan Mulya Asri,” kata Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P Silalah Sik melalui Kasat Narkoba AKP N.E Panjaitan SH.

Ditangan AWR, polisi mengamankan barang bukti pil jenis hexymer sebanyak 211(dua ratus sebelas) butir, 5 (lima) botol plastik warna putih bekas wadah pil heximer dan sebungkus klip plastik putih.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2), (3) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Orang tua diharap selalu mengawasi anak-anaknya supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan mengkonsumsi pil Hexymer.

Maraknya fenomena mengonsumsi pil hexymer untuk ‘fly’ ini membuat prihatin. Orang tua diharap selalu mengawasi anak-anaknya supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah.

Pil hexymer sebenarnya dipakai untuk mengobati pemyakit parkinson. Mengandung trihexyphenidyl hydrochloride, zat ini berfungsi untuk meningkatkan kendali otot dan mengurangi kekakuan. Jika dipakai berlebihan, obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Beberapa efek sampingnya adalah penglihatan kabur, pusing, mulut kering dan gangguan saluran cerna. (Red/Darwis)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline