oleh

IPW Sebut RSUD Serang Harus Bertanggungjawab, Kembalikan Uang Pungli ke Keluarga Korban

Laporan Wartawan Tribunpos.com, Jakarta, Waluyo

JAKARTA, Tribunpos.com | Pasca ditetapkannya tiga tersangka kasus Pungli keluarga korban tewas dalam bencana tsunami Selat Sunda di RSUD Serang oleh Polda Banten, Sabtu (30/12/2018). Ind Police Watch (IPW) mendesak, semua keluarga korban yang sudah dipungli, uangnya harus segera dikembalikan.

Dikatakan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, pihak RSUD Serang harus bertanggungjawab. Sebab semua ini terjadi akibat ulah karyawannya yang lepas kontrol.

“Sangatlah ironis, di tengah kesedihan yang mendalam atas musibah kematian akibat tsunami, ternyata masih ada oknum pegawai RSUD Serang yang memanfaatkan situasi, dengan melakukan pungli hingga jutaan rupiah,” ucapnya, Sabtu (29/12).

Baca juga : Polda Tetapkan Tiga Tersangka Pungli Korban Tsunami RSUD Serang, Diancam Pidana 20 Tahun

Sementara di sisi lain, sambung Neta, masyarakat luas berlomba lomba memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan para korban. Untunglah kepolisian bekerja cepat menangkap para tersangka hingga aksi biadab itu bisa dihentikan dan keresahan keluarga korban tidak melebar.

“Tapi, tugas polisi (Polda Banten) belum selesai, karena semua uang keluarga korban yang sudah dipungli, belum dikembalikan RSUD Serang. Polisi harus mendesak pihak rumah sakit untuk secepatnya mengembalikannya,” kata aktivis yang konsen mengkritisi kinerja kepolisian ini.

Baca juga : IPW Desak Polri Cepat Tangkap Pelaku Pungli Korban Tsunami di RSUD Serang

Badiamin Sinaga salah satu keluarga korban, meminta pihak rumah sakit secepatnya mengembalikan uang pungli biaya pemulangan jenazah keluarganya.

“Kembalikan uang keluarga kami, kami sudah susah dibuat makin susah dengan dipunglu biaya oleh oknum rumah sakit, apalagi pemakaman keluarga kami dimakamkan jauh di kampung, kami butuhkan uang itu kembali,” kata Badiamin, Sabtu (29/12).

Badiamin mendorong Polda Banten untuk terus mengembangkan oknum lain yang terlibat dalam kasus pungutan liar di Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara tersebut.

Belajar dari kasus di Banten ini, setiap ada bencana alam Tim Saber Anti Pungli yang dikomandoi oleh Polri sudah saatnya bekerja ekstra untuk memantau agar korban dan keluarga korban tidak menjadi korban pungli oleh orang-orang tak bertanggungjawab. (red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed