oleh

Honorium Tidak Dibayar Hantarkan Mantan Kades ke Hotel Prodeo, Ini Kronologinya!

Liputan Wartawan : Kurniawan Tribun Pos Empat Lawang, Sumsel

TRIBUN POS, EMPAT LAWANG | Permendagri no 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa sesuai Pasal 2 ayat 1 : Keuangan Desa dikelola berdasarkan asas-asas Transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Pasal 24 ayat 3 : Semua penerimaan dan pengeluaran Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah.


Akibat lupa dengan poin tersebut Mantan Kepala Desa Sugih Waras Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang dijebloskan ke Rutan kelas IIA Tebing Tinggi untuk 20 hari kedepan.

Oknum Mantan Kepala Desa bernama Ahmad Nasponi Aidi (NA) diduga menilep uang negara sejumlah Rp. 682.594.050.28 (enam ratus delapan puluh dua juta lima ratus sembilan puluh empat ribu lima puluh rupiah) atau sekitar jumlah itu menurut keterangan Kajari Empat Lawang lewat whatsapp.

Modus yang digunakan oleh oknum mantan Kepala Desa Sugih Waras tersebut salah satunya dengan cara membuat surat pertanggung jawaban seolah-olah Dana Desa sudah di laksanakan sesuai rab dan rincian.

Serta melakukan pemalsuan tanda tangan Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD) yaitu Ketua dan Bendahara atas nama bapak Awab dan pak Suplin.

Perbuatan tersangka juga bertentangan dengan keputusan Kepala Desa yang dibuat sendiri no: 140/II/SW/TT/2018 tentang penunjukan PTPKD tersebut.

Perbuatan tersangka yang tidak memberikan uang honorium berbagai kegiatan pada tahun anggaran 2017 diantaranya : Pelatihan Paraleg Desa, Sosialisasi cara mengatasi Narkotika, pelatihan budidya & pemasaran ikan dan ayam sedangkan ditahun 2018 : insentif guru pendidikan agama, pelatiahan budidaya ikan nila, intensif kader kesehatan, ternak kambing 6 ekor, usaha bengkel motor, serta bantuan Bumdes.

Akibat mengambil alih tugas Sekretaris dan Bendahara tersebut, Oknum Mantan Kepala Desa Sugih Waras diduga memperkaya diri sendiri senilai Rp. 682 juta dan harus mempertanggung jawabkan dan bisa dijerat dengan Pasal 2 ayat 2 UU TIPIKOR  yang mana Pasal 2 ayat (1) UU no 31/1999 menyatakan : Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendri maupun orang atau orang lain dipidana seumur hidup atau paling sedikit 4 tahun dan paling banyak 20 tahun serta denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 milyar. (red)

Wartawan : Kurniawan
Editor       : Putri

Komentar

Headline