oleh

HMI Siap Cetak 15.000 Wirausahawan Pencipta Lapangan Kerja Baru

TRIBUNPOS.COM, BANDUNG — Guna membantu pemerintah dalam pengadaan lapangan kerja yang semakin ketat, organisasi mahasiswa tertua, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), siap untuk mencetak 15.000 wirausaha baru. Berbagai pelatihan dan kerjasama, termasuk dengan kementerian Koperasi dan UKM, tengah dirintis oleh HMI.

“HMI Berkomitmen menyiapkan 15.000 entrepreneur baru untuk menyambut bonus demografi 2030, sekaligus menjawab tantangan Revolusi industri ke empat saat ini” ujar Saddam Aljihad Ketua Umum PB HMI di kampus Universitas Padjadjaran,Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (22/5/18).


Saddam menyampaikan hal tersebut saat penandatanganan kerjasama antara HMI dan Kementerian Koperasi dan UKM. Hadir dalam acara tersebut Agus Muharram, staff khusus Menteri UKM dan Koperasi, serta Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI Kamrusammad, serta perwakilan BEM dan HMI se Indonesia.

Kamrusammad menyambut baik komitmen yang diperlihatkan PB HMI melalui program peningkatan jumlah wirausahawan pencipta Lapangan Kerja. Ia menegaskan, sejauh ini terdapat sekitar 750.000 anggota HMI yang aktif, maka tidak menutup kemungkinan adanya 15.000 pencetak lapangan pekerjaan dari HMI.

Menurutnya, perubahan pola pikir yang selama ini mencari pekerjaan menjadi pencipta lapangan kerja sudah mulai harus dimulai. Sehingga, setelah lulus dari kampus maka tidak lagi sibuk mencari kerja justru malah membuka lapangan pekerjaan.

“Maka kita inginkan dengan adanya 15.000 anggota yang menjadi wirausaha, bisa terbayang berapa lapangan kerja yang ada,” katanya.

Dia melanjutkan, secara statistik gerakan-gerakan kewirausahaan nasional sepanjang tahun menurut Kementerian Koperasi dan UKM mencatat peningkatan dari 0.45 persen menjadi 1.56 persen.

Angka ini tentu relatif kecil dibandingkan negara lain. Seperti di negara tetangga, Malaysia yang mencatat 4 persen; Thailand 4.51 persen dan Singapura menjadi yang tertinggi yaitu 7.2 persen. Belum lagi di lihat dari segi kualitas, enterpreneur kita di pentas global masih kalah jauh.

Memasuki era pasar tunggal dengan berlalunya ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015 lalu, keberadaan AEC itu sendiri akan menjadikan arus bebas lalu lintas barang, jasa, investasi dan modal di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut tentu akan menimbulkan masalah ekonomi dan sosial bagi Indonesia saat ini yang belum siap sepenuhnya menghadapi persaingan bebas ini.

Dengan ini, dirinya berharap ada peningkatan kualitas dengan bergabungnya kader-kader HMI yang memang sudah sangat berkualitas. Sehingga, enterpreneur Indonesia juga bisa bersaing di kancah dunia khususnya ASEAN.

“Belum lama ini KAHMI melalui KAHMIPreneur telah melakukan MOU dengan tiga lembaga, sehingga dengan adanya MOU ini diharapkan dapat mencetak enterpreneur yang berkualitas”, tukasnya.

Selain itu, dengan kader-kader HMI yang tersebar di seluruh Nusantara, maka diharapkan tidak hanya untuk diri mereka saja, tetapi bisa ikut memajukan ekonomi bangsa.

“Pastinya dapat mengurangi penggangguran secara signifikan. Dan dengan berkurangnya penggangguran maka ekonomi Indonesia pasti akan maju”, pungkasnya. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

(Sumber : Industry.co.id)

Komentar

Headline