oleh

Harnoe Ajak Kader NU Harus Kaya, Jangan Jadi Kader Miskin

TRIBUNPOS, PALEMBANG I — Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan, Hernoe Roesprijadji mengajak segenap kader NU untuk meningkatkan taraf hidup agar mampu memberikan kontribusi ke masyarakat.

Menurut Hernoe, para kader NU tidak semua kader NU harus jadi kyai. Namun juga harus mampu jadi pengusaha atau konglomerat.


“Kader NU harus kaya agar mampu mambantu orang lain, agar mampu bermanfaat bagi orang lain. Sebab sebaiknya-baiknya manusia adalah yg bermanfaat bagi manusia lainnya,” kata Hernoe di hadapan peserta didik Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan II Kota Palembang, Selasa (11/1/22) di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah.

Harnoe menerangkan, penduduk miskin di Indonesia tahun 2021 ini 10,5 persen atau sekitar 27,5 juta jiwa. Dan dari sekian persen itu adalah warga NU.

Oleh karena itu, Hernoe yang juga bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel ini mengajak, kader penggerak NU harus hadir membantu mengangkat warga miskin tersebut agar keluar dari garis kemiskinan.

“Karenanya, kader NU harus juga kaya, agar mampu berjuang juga dengan harta menolong sesama masyarakat,” ucapnya.

Hal ini sesuai dengan perintah dalam Al-Quran disebutkan “Berjuanglah kamu di jalan Allah dengan hartamu dan dirimu” (At-Taubah: 41). Dalam ayat ini, Allah langsung menyebut harta dalam berjuang. Maka kader NU juga harus jadi kaya.

Dalam kesempatan itu, Hernoe juga menyinggung kader NU juga harus jadi pemimpin, jadi bupati, jadi gubernur, jadi DPR, polisi, jaksa dan hakim. Bila bisa jadi presiden.

“Jika kader NU sudah berada di posisi-posisi itu, maka kebijakan akan berpihak pada NU. Namun sebaliknya jika kader NU tidak di posisi itu, maka kebijakan akan sulit berpihak kepada NU,” pungkasnya. (**)

Penulis: Sandi Pusaka Herman Timur/ Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Sumsel

Komentar

Headline