oleh

Hari Ini, Polda Banten Gelar Perkara Kasus Pungli Korban Tsunami, Tersangka atau Lolos?

SERANG, Tribunpos.com | Polda Banten akan menetapkan tersangka terkait kasus pungli yang dilakukan oknum RSUD dr Drajad Prawiranegara, Serang. Penetapan tersebut bakal disampaikan dalam gelar perkara, Sabtu (28/12/2018) hari ini.

Kapolda Banten, melalui Kabid Humas AKBP Edi Sumardi Priadinata, menyampaikan rencana menggelar press conference terkait penanganan kasus pungli oleh oknum RSUD Serang.


Baca juga : Pungli Korban Tsunami, Kapolda Janji dalam Tiga Hari Umumkan Tersangka

Konferensi Pers tersebut, dikatakan Kabid Humas, akan dilaksanakan hari ini, Sabtu, 29 Desember 2018, pukul 13.00 Wib, bertempat di Ruang Press Room Polda Banten.

Dijelaskan AKBP Edy Sumardi, bakal hadir dalam press conference, Kapolda Banten, Dirreskrimsus, Kabidhumas dan Direktur RSUD dr Drajad Prawiranegara, Serang.

Baca juga : IPW Desak Polri Cepat Tangkap Pelaku Pungli Korban Tsunami di RSUD Serang

Sebelumnya, Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah memeriksa semua saksi dan saksi ahli untuk melengkapi berkas dalam kasus dugaan pungli korban tsunami di RSUD Serang. Pasalnya, kasus pungli yang sebelumnya ditangani Polres Kota Serang dengan sudah menetapkan empat tersangka, diambil alih Polda Banten.

Buku berisi nama-nama korban dan keluarga korban dengan nominal harga yang diduga dikenakan oknum pungli di Forensik RSUD Serang.

Sementara Pelaksana tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Drajad Prawiranegara Serang, Sri Nurhayati yang sebelumnya membantah adanya pungli biaya penanganan dan pemulangan jenazah korban tsunami di rumah sakitnya, dan menolak keras kuitansi yang beredar kuitansi resmi milik RSUD. Tiba-tiba, Sabtu (29/12) hari ini mengakui kebenaran adanya pungutan tersebut.

Baca juga : Oknum di RSUD Serang Diduga Jadikan Korban Tsunami Ajang Bisnis, Pungut Biaya Jenazah Sampai Jutaan Rupiah

Namun Sri masih membantah, pungutan yang dilakukan oleh oknum bawahannya itu tanpa sepengetahuan pihak manajemen rumah sakit. Menurutnya, pungutan biaya itu bukan resmi dari manajemen RSUD Serang. (red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline