oleh

Harga Karet Murah, Susno Duadji Ajak Warga Cari Solusi

Laporan Wartawan Tribun Pos, Rivaldo Putra, Pagaralam, Sumsel

PAGARALAM, Tribunpos.com | Murahnya harga karet saat ini, membuat petani menjerit. Hal itulah yang membuat mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) yang menjadi petani, Komjen Pol (Purn) Drs Susno Duadji SH MSc, mengajak warga mencarikan solusinya.

Lewat akun instagramnya, Susno memanfaatkan media sosial tersebut berdiskusi dengan masyarakat dari berbagai penjuru. Dia mengajak mencari solusi mengenai harga murah karet.

“Lebih dari 5 tahun harga karet murah sekali, banyak kebun rakyat tidak terpelihara, bahkan sebagian pohon karet banyak yang rusak, karena ongkos perawatan tak sebanding hasilnya,” kata dia, Senin (15/07/2019).

Susno menerangkan, bahwa petani karet saat ini mengalami dilema. Menurutnya, hampir seluruh petani karet di seluruh Indonesia mengalaminya.

“Harga karet berasa di kisaran Rp 6.000 hingga 7.000 perkilogram, tergantung kadar air. Pohon karet ditebang sayang, tidak ditebang rugi ongkos perawatan,” ujarnya.

Sementara itu, Purwadi seorang petani karet di Kelurahan Atung Bungsu Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam menuturkan, bahwa harga karet saat ini tidak bisa dijadikan tumpuan hidup petani. Sebab, dikatakannya, karet yang selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan sehari hari, sudah tidak bisa lagi mencukupi, bahkan kekurangan.

“Inilah galaunya petani karet, ketika pohon karet sudah besar, berusia puluhan tahun, namun harga jual getah murah. Bahkan untuk ongkos perawatan tidak mencukupi, apalagi untuk kebutuhan hidup. Mau beralih ke kopi, menunggu waktu lama, dan pasti biaya tebas diperlukan. Saat ini, petani karet memang sedang jatuh,” tuturnya.

Dia menambahkan, bahwa sebagian lahan karet milik warga, sudah banyak yang dijual dan di alihfungsikan atau ditinggal begitu saja.

“Sudah banyak yang tidak di urus, tidak di sadap. Ada yang dijual, ada dibuat kaplingan. Intinya petani karet sekarang menjerit, kami harap, agar segera ada solusi mengenai hal ini,” ungkapnya. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed