oleh

‘Golok Day’ Bertandang ke Singapura dan Malaysia, Temui Pesilat Asia

CILEGON, Tribunpos.com | Tim Golok Day Festival didampingi oleh Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional (FPSTI) melakukan lawatan ke negara Malaysia dan Singapura dalam rangkaian sosialisasi kegiatan Golok Day khususnya di wilayah Asean, Rabu (13/3) kemarin.

Dalam lawatannya ke Malaysia dan Singapura itu, tim Golok Day membawa 3 agenda, yakni silaturahmi bersama pesilat dari 5 (lima) negara Asia, menyampaikan undangan Golok Day Festival dan diskusi mengenai perkembangan pencak silat nusantara.

Hari pertama kedatangan diisi dengan diskusi bersama pendekar pencak silat negara Malaysia, Ruzaidi Abd Rahman atau akrab disapa Wak Didik merupakan juara dunia pencak silat dan juga ketua Betakos Malaysia.

Hadir pula ketua Silat Tua Langkah 4 (STL4) Malaysia, Pak Man Kampa, ketua Persatuan Bentan Malaysia, Dato Nazri Al Bentan, ketua Akademi Seni Tradisional Melayu, Mohd Herin bin Mansor yang merupakan pemilik binmansor.com/Tanjak Mahkota by Mansor Malaysia, Presiden Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional (FPSTI) Malaysia, Zainul Azhar atau Uda Joni yang juga merupakan Juru Latih STL4 Malaysia, dan Paduka Perguruan Silat Lincah Malaysia, Johari Jantan.

Pada kesempatan tersebut, Tim Golok Day dan para tokoh silat Malaysia saling bertukar pengalaman dalam melestarikan dan memajukan pencak silat di wilayah masing-masing, dan diisi dengan penampilan dari Wak Didik, yang memperkenalkan Silet Bertuah, Pak Man Kampa menampilkan Silet Langkah Ampek dan dari Indonesia diwakili oleh Pesilat Cilegon (HPPB) Bambang Andrianto yang juga Ketua Padepokan Jawara menampilkan jurus Bandrong.

“Hari kedua diisi dengan agenda kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan silaturahmi ke beberapa Studio (baca: padepokan) Silat dan melakukan tampil bersama di LCC,” ujar Rahmatsyah selaku perwakilan FPSTI.

Berkenan menjumpai rombongan adalah Wakil KBRI Bapak Krisna didampingi dengan Bapak Bambang. Krisna menyampaikan rasa bangga atas kunjungan para pesilat Indonesia dan Malaysia yang datang bersilaturahmi.

“Ini merupakan kunjungan pertama para pesilat ke KBRI,” ucap Krisna.

Kunjungan ke KBRI dilaksanakan dalam rangka silaturahmi dan sosialisasi Golok Day sekaligus menginformasikan hubungan silaturahmi yang baik antara pesilat Indonesia dengan Malaysia.

Krisna sangat mengapresiasi hubungan baik yang terjalin antara pesilat Indonesia dan Malaysia dan memang selama ini hubungan masyarakat Malaysia dan Indonesia terjalin dengan baik dan silaturahmi berbasis budaya yang dijalin antara pesilat Indonesia dengan Malaysia memperkuat hubungan tersebut.

Dari KBRI, rombongan menuju Malaysia Tourism Information (MATIC) dan LCC. Rombongan menyempatkan tampil pencak silat di hadapan puluhan turis yang ada di tempat tersebut.

Perjalanan dilanjutkan menuju utara Kuala Lumpur ke tempat salah satu guru besar Pencak Silat Malaysia yaitu Aba Buchori.

“Aba Buchori merupakan seorang Pesilat Senior yang menguasai beragam aliran Pencak Silat, di usianya ke 95, beliau sangat bersemangat menerima rombongan dan berkenan menunjukkan sejurus dua jurus aliran silek langkah bertuah,” ucap Buya Subakir selaku Public Relation kegiatan roadshow lintas negara.

“Diantara petuah yang diberikan oleh Aba Buchori kepada rombongan ‘Belajarlah Mengenal, Bukan Untuk Dikenal,” tambahnya.

Hari ketiga rombongan berkunjung ke Singapura untuk menyampaikan undangan ke beberapa perguruan silat yang ada disana. Dilanjutkan dengan pertemuan pesilat lima negara (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Brunai).

Dimana dalam pertemuan tersebut disampaikan dua agenda yaitu sosialisasi dan undangan Golok Day serta sepakat untuk menjalin silaturahmi Pesilat Lintas Negara dengan wadah Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional (FPSTI). (**)

Wartawan : Badiamin Sinaga
Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed