oleh

Gimana Ini! Anggaran Kurang Rp3,5 Milyar Lebih, Pilkada Serentak di Empat Lawang Terancam Ditunda

Liputan Wartawan: Kurniawan/ Editor: Pusaka Sandi Herman Timu

TRIBUN POS EMPAT LAWANG | Akibat anggaran yang masih kurang hingga 3,5 milyar lebih. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di 102 Desa se-Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan November mendatang terancam tertunda.


Anggaran sebelumnya baru tersedia Rp500 juta, padahal total keseluruhan yang dibutuhkan Rp4 Milyar lebih.

Anggota DPRD Empat Lawang, Herman Rosul Yunus menilai, ini kelalaian pemerintah khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPMD3A) yang lamban membuat pengajuan anggaran.

Herman Rosul yang duduk di Komisi II mengatakan, dirinya sempat ikut dalam pembahasan di Kemendagri.

“Seyogyanya Pilkades diadakan November 2021, namun dinas terkait belum menyiapkan anggaran, yang seharusnya di APBD induk kemaren sudah dimasukan. Nanti kita masukan di APBD-P untuk tambahan anggaran dan ekstrimnya bisa jadi diundur apabila tidak ada anggaran”, ujar Suami dari Holda anggota DPRD Provinsi Sumsel kepada wartawan Tribunpos.com disela-sela rapat paripurna, Senin (21/6/21).

Dia menekankan, untuk pemilihan kepala desa sesuai UU No 6 Tahun 2014, tidak boleh ada punggutan (Pungli) apapun terhadap para calon kepala desa yang akan mencalonkan diri.

Hal ini menurutnya, agar tidak terjadi konflik di kemudian hari dan menghindari gugatan dari calon kepala desa yang kalah.

Hal senada juga diungkap Ketua DPRD Kabuptaen Empat Lawang, Persi, saat dimintai tanggapanya mengenai Pilkades Empat Lawang mendatang.

“Jangan seperti Pilkades yang lalu, untuk kedepan calon kepala desa tanpa biaya apapun, baik pendaftaran maupun untuk konsumsi,” ungkap Persi di ruang kerjanya.

Namun hal berbeda disampaikan Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad. Ia menegaskan bisa saja terjadi punggutan apabila kondisi keuangan tidak memungkinkan.

“Bisa saja dikoordinasikan, masa iya karena anggaran tidak ada kita akan tunda bertahun-tahun,” ungkap suami dari Hepy Safriani ini.

Saat ditanyakan kapan persisnya Pilkades di Empat Lawang, dihadapan awak media Joncik belum bisa memastikan.

“Kita tunggu persetujuan dari Kemendagri dan dilihat juga dari pandemi, kemampuan keuangan dan situasi politik namun direncanakan akhir 2021. Yang pasti keputusan Pilkades adalah keputusan Bupati”. pungkasnya tegas. (Red)

Penulis: Kurniawan
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline