oleh

Gelar Safari Dzuhur Berjamaah, Tokoh FKUU Sumsel Sambangi Kesbangpol Provinsi

Laporan Wartawan Tribun Pos, Kaka Kertajasa, Palembang, Sumsel

PALEMBANG, Tribunpos.com | Dalam upaya membangun dan memelihara hubungan yang harmonis antara Ulama dan Umarah. Gubernur Sumsel melalui Staf Khusus Bidang Keagamaan, DR KH Amiruddin Nahrawi MPdI menggelar sholat zhuhur berjamaah di Aula Utama Kantor Kesbangpol provinsi, Rabu (03/07/2019).

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel, H Bakhnir Rasyid SE MM MSi didaulat menjadi imam pada sholat dzuhur berjamaah kali ini.

Tampak para pegawai dan jajaran pejabat Kesbangpol antusias mengikuti sholat berjamaah dilanjutkan dengan kultum yang diinisiasi Forum Komunikasi Ulama dan Umarah (FKUU) Sumsel.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel, H Bakhnir Rasyid SE MM MSi didaulat menjadi imam pada sholat dzuhur berjamaah.

Seusai kegiatan, Kepala Badan Kesbangpol menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh program safari dzuhur berjamaah oleh FKUU Sumsel.

“Saya baru terhitung aktif sebagai Kepala Badan Kesbangpol ini kurang lebihnya baru 5 hari kerja, karena saya dilantik pada tanggal 17 Juni dan setelah itu langsung mendampingi Bapak Gubernur untuk berkunjung ke daerah-daerah. Tentunya, dalam momen ini saya sangat berharap, para pegawai akan mendapat pencerahan ilmu agama, apalagi salah satu Kabag kami Bapak Kurniawan, pada tanggal 16 nanti akan menunaikan ibadah Haji, tentu acara ini sangat bermanfaat untuk menambah suport moril,” ujarnya.

Staf Khusus Gubernur Bidang Keagamaan, DR KH Amiruddin Nahrawi MPdI saat mengisi kultum usai menggelar sholat zhuhur berjamaah di Aula Utama Kantor Kesbangpol provinsi, Rabu (03/07/2019).

Sementara DR KH Amiruddin Nahrawi MPdI dalam sambutannya menyampaikan, ucapan salam dari bapak Gubernur H Herman Deru kepada seluruh pegawai di lingkungan Kesbangpol, agar kiranya selalu disiplin dalam bekerja dan tetap istiqomah beribadah kepada Allah SWT.

“Kita sebagai pegawai, di mana pun pekerjaan kita, agar kiranya selalu taat terhadap pemimpin, jangan pernah sekali-kali anda tidak menaati pemimpin, karena hal itu sudah mengingkari sumpah jabatan yang pernah anda ucapkan,” tutur tokoh NU yang akrab disapa Cak Amir ini.

Dia menegaskan, bahwasannya dalam konsep ajaran Islam pun, diwajibkan untuk mentaati pemimpin, siapa pun pemimpinnya mau dari agama lain pun tetap wajib harus ditaati, asalkan pemimpin itu tidak membawa ke jalan yang salah atau sesat.

“Semoga pertemuan siang ini bernilai pahala yang besar dan kita yang hadir disini selalu dalam lindungan Allah serta para pemimpin kita dijauhkan dari korupsi,” pungkasnya.

Ada pun ceramah agama disampaikan oleh dai kondang DR H Badaruddin MPdI. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed