oleh

FORSUMA Sumsel Tolak UU Omnibuslaw

TRIBUNPOS PALEMBANG – OmnibusLaw UU Cipta kerja menuai banyak gejolak di semua kalangan, baik kaum buruh, pegawai, rakyat, maupun mahasiswa, yang tidak sepakat dengan pengesahan UU tersebut.


Ribuan Mahasiswa memadati kantor DPRD Provinsi Sumsel, yang tergabung dari perbagai perguruan tinggi di sumsel pada rabu, (7/10/20).para massa melakukan Aksi orasi mimbar bebas di seputaran Simpang Lima DPRD Provinsi Sumsel.

Forum Suara Mahasiswa (FORSUMA) Sumsel, yang tergabung dari beberapa perguruan tinggi di sumsel juga ikut andil dalam aksi tersebut, Hal ini terlihat saat Ketua Umum FORSUMA SUMSEL Rudianto Widodo menyampaikan Orasi nya didepan ribuan mahasiswa.

Gema sumpah mahasiswa sebagai bentuk perlawanan, membuka orasi Rudianto Widodo menyampaikan penolakannya terhadap pengesahan UU Omnibuslaw ini.

Rudianto menyampaikan alasannya menolak UU OMNIBUSLAW ini saat ditemui usai orasi.”UU OMNIBUSLAW ini wajib untuk digagalkan, karena mengkalkulasikan antara keberpihakan UU tersebut dengan Rakyat terkait. Secara representatif, UU tersebut beserta cluster nya sangat merugikan rakyat”. Tegas Rudianto

Ia juga menyampaikan bahwa UU Cipta kerja mencekik kemerdekaan kaum buruh. “Terlebih lagi tentang Cipta Kerja, yang justru malah mencekik kemerdekaan kaum buruh.
Maka dari itu, kami bergerak atas dasar hati nurani dan kepentingan rakyat,” terangnya

Rudianto Widodo juga menjelaskan jalur yanh dapat ditempuh untuk membatalkan UU ini sebagai salah satu edukasi tehadap masyarakat.”Dan hanya ada dua hal yang dapat membatalkan UU OMNIBUSLAW, yaitu PERPU Presiden atau Judicial Review. Kita akan kawal itu”. Tutup Rudianto.

Wartawan : M Faiq Edra

Editor         : Liz Chaniago

Komentar

News Feed