oleh

FORSUMA Ogan Ilir : Bupati Jangan Tutup Telinga atas Aspirasi Masyarakat dan Mahasiswa tentang dampak Covid-19 di Ogan Ilir

TRIBUNPOS OGAN ILIR , SUMSEL – Ditengah pandemi wabah Covid-19 yang melanda Negara Indonesia, yang kian hari belum ada tanda-tanda melandainya, begitupun hampir seluruh daerah termasuk Provinsi Sumatera Selatan. Namun kali ini kita berbicara tentang satu daerah di Provinsi Sumatera Selatan yaitu Ogan Ilir, sebab banyak sekali pertanyaan seputar kinerja Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dalam menangani kasus Covid-19.
Hal tersebut tak luput membuat Mahasiswa mengambil peran sebagai Mitra Kritik Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir demi motivasi untuk memajukan daerah. Rabu (08/07/20).

Tanggapan terkait hal tersebut disampaikan oleh Edi Afriansyah selaku Ketua Forum Suara Mahasiswa Ogan Ilir, Beliau mengatakan, “Pertanyaan secara mendalam dari hati kami Mahasiswa tentang kinerja dan peranan Pemerintah Kabupaten OI dalam percepatan penanganan Covid-19 di Ogan Ilir ini, serta langkah apa yang dilakukan pemerintah dalam menyelamatkan seluruh sektor terdampak pandemi ini.”


“Kami merasa sangat prihatin dengan kondisi daerah kami selama masa pandemi ini, dimana beberapa fenomena kontroversi dari terjadinya pemecatan Tenaga Kesehatan sampai kepada ketidakjelasan status daerah semasa pandemi, bahkan belum ada langkah-langkah strategis Bupati dalam menyelematkan sektor terdampak pandemi, yaitu dari sektor ekonomi pangan, bahkan sampai sektor ekonomi yang berkaitan dengan Pendidikan yang mengharuskan Mahasiswa dan juga Pelajar tetap membayar Biaya SPP secara full meskipun pembelajaran dialihkan menjadi Learn From Home (Belajar Dari Rumah). Tentu hal ini sangat memberatkan kami selaku mahasiswa dan rasa prihatin yang mendalam terhadap sektor ekonomi dan pendidikan yang terdampak, namun lebih prihatin lagi ketika Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir tidak ada upaya untuk menyelamatkan sektor ini dan seakan-akan tutup mata atas musibah yang sedang dialami masyarakat Ogan Ilir hari ini.” Keluh Edi yang juga Presiden Mahasiswa STIKES ABDI NUSA itu.”

“Pemuda Asli Kelahiran Ogan Ilir itu juga menyayangkan sikap Bupati yang seolah tutup telinga atas apa yang telah dikeluhkan masyarakat Ogan Ilir selama pandemi, tambah lagi bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten belum merata dan belum cukup maksimal dalam membantu korban terdampak pandemi Covid-19 di Ogan Ilir.” Tambahnya

“Jangan sampai menunggu Mahasiswa Bergerak dan Bersuara, Bupati baru menunjukkan kinerja nya. Hari ini Mahasiswa minta peranan Pemerintah Kabupaten dalam membantu meringankan Biaya Kuliah Putra-putri asli daerah Ogan Ilir yang sedang menuntut ilmu di berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta, terkhusus Sumatera Selatan.”

Edi menegaskan pihaknya dari Forum Suara Mahasiswa (FORSUMA) Ogan Ilir akan terus mengawal kebijakan-kebijakan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang kurang berpihak kepada masyarakat, Edi juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir agar serius serta fokus terlebih dahulu untuk mengoptimalkan percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir dan memaksimalkan Anggaran Refocusing Covid-19 yang ada supaya tepat pada pos-pos sasaran sektor terdampak Covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan”. Tutup Edi saat diwawancarai.

Wartawan : M. Faiq Edra

Editor : Indra Darmawan

Komentar

Headline