oleh

FKM Universitas Sriwijaya Peduli stunting, KIA dan Covid-19 di Desa Meranjat Sumsel

Laporan Wartawan : Masykur, Tribun Pos Ogan Ilir, Sumsel

TRIBUN POS, OGAN ILIR I Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) yang merupakan kegiatan rutin dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya yang tersebar sebanyak 33 kelompok di Indaralaya Utara dan Indralaya Selatan.


Ketua Kelompok 31 yang diketuai Muhammad Yudhistira area tempat pelaksanaan PBL yang berada di Desa Meranjat  Sumsel mejelaskan dengan jurusan peminatan yang berbeda-beda, mulai dari Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kesehatan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, dan Ilmu Gizi. Kami kelompok 31 mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan PBL di Desa Meranjat 1 Kecamatan Indralaya Selatan.

” Desa Meranjat 1 memiliki 8 dusun dan satu bidan desa dengan puskesmas bantu yang terletak di Desa Meranjat 1 hal ini membuat Desa Meranjat 1 tidak kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bahwa fokus permasalah yang diangkat FKM pada tahun ini adalah stunting, KIA dan covid-19, maka kelompok 31 PBL Meranjat 1 mengadakan program yang berhubungan dengan ketiga fokus diatas. Program itu diantaranya penyuluhan tentang hygiene sanitasi, penyuluhan tentang covid-19, penyuluhan tentang gizi untuk ibu hamil dan balita, pembagian PMT untuk ibu hamil dan balita, mengajar paud tentang “ISI PIRINGKU”, saringan air sederhana dan juga gotong royong untuk membersihkan balai desa sekaligus penanaman tanaman obat.

Semua program yang dilaksanakan mendapatkan perhatian dari masyarakat dan perangkat desa dikarena merupakan masalah yang sering mereka hadapi. Untuk semua program dilakukan dengan tetap mematuhi protocol kesehatan, mulai dari memakai masker yang telah dibagikan oleh panitia PBL kelompok 31, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, dan menjaga jarak.

Program penyuluhan hygiene sanitasi, covid-19 dan KIA dengan tujuan untuk memberi pengetahuan untuk warga Desa Meranjat 1 tentang pentingnya menjaga kebersihan sanitasi, menjaga kesehatan ibu dan anak dan juga berhati-hati serta waspada terhadap covid-19.

Hal tersebut disambut baik oleh Aswan Subandi (37) yang merupakan Kadus sekaligus sebagai ketua peribadatan masjid Jamik Desa Meranjat 1, “kami sangat mendukung dengan kegiatan yang semacam ini dan semoga ada manfaatnya bagi kami mayarakat,” tutupnya. (red)

Komentar

Headline