oleh

Finalis Duta Kopi Empat Lawang Kecewa !! Diduga Acara Dipaksakan, Penuh Kejanggalan Hingga Dugaan Pemenang Tititpan

Liputan Wartawan : Kurniawan,  Tribun Pos Empat Lawang, Sumsel

TRIBUN POS, EMPAT LAWANG | Drama pemilihan Duta Kopi Empat Lawang kian memanas. Dewan Juri, masyarakat hingga finalis bersuara atas ketidak puasan perihal penilaian penentuan pemenang di even yang bertujuan mencari pemuda-pemudi untuk mengenalkan Kopi Empat Lawang secara lebih luas.


Finalis Putra inisal (N) yang namanya minta dirahasiakan mengungkapkan banyaknya kejangalan semenjak Audisi hingga Grand Final acara Duta Kopi Empat Lawang tersebut.

” Diantaranya kriteria penilaian. Menurutnya, salah satu pemenang dinilai kurang layak untuk menang karena melanggar ketentuan panitia yang mana sering datang terlambat baik saat audisi maupun karantina,” ungkapnya.

” Juga memakai pakaian yang tidak sesuai pada saat audisi, saat senam maupun pemberian materi juga terlambat serta merokok saat karantina. Sehingga menyayangkan tidak menjadi pertimbangan panitia dalam menentukan penilaian karena peserta tersebut seperti menyepelekan acara Duta Kopi tersebut,” lanjut N.

Padahal System Penilaian ada tiga (3) kategori untuk menentukan pemenang diantaranya : Pengetahuan tentang kopi, Physkologi atau kepribadian serta Fashion, disitu saja seharusnya sudah gugur karena telah melanggar dan menjadikan kami kurang puas atas ketidak profesional Penyelengara.

Saat karantina yang dinilai Ke-aktifan, Wawasan dan Attitude dan sudah terlihat dengan memakai pakaian yang tidak sesuai, diduga panitia seperti menganak emaskan salah satu pemenang. Jadi buat apa ada tahapan tersebut kalau penentuannya hanya malam Grand Final ungkapnya penuh kecewa.

Senada dengan N, AI salah satu Finalis Putri Duta Kopi pun merasa banyak kejangalan. mengenai penilaian dari mulai audisi hingga grand final, juga dari mulai pengumuman yang diundur semestinya tanggal 16 diundur 17 lalu baru diumumkan tanggal 18 juni. Dan yang lebih heran seperti ada permainan dalam menetukan pemenang karena, para pemenang sudah dirias terlebih dahulu baik pemenang pria maupun wanita, jadi terkesan sudah mendapat bocoran. Penjurian tersebut diduga hanya formalitas saja.

” Tidak puas dengan penyelanggaraan tersebut karena jarak antara pengumuman dan seleksi terlalu lama. Padahal kami sudah bersusah payah untuk mendapatkan nilai dengan mengikuti aturan, malah yang tidak mengikuti aturan ikut menang. Juga diperaturan saat grand final dilarang untuk mengulang pertanyaan, namun salah satu pemenang menanyakan ulang pertanyaan yang tidak jadi pertimbangan juri maupun panitia dalam menentukan juara,” ungkap AI terkesan trauma.

Dewan Juri yang dihubungi melalui sambungan telepon saat ditanyakan tentang kekecewaan beberapa finalis di acara Duta Kopi terkait penilaian menceritakan.” Kami hanya menilai dimalam itu saja (Grand Final-Red), jadi kami tidak tau kalau di tahapan ataupun penilaian sebelumnya. Seharusnya kalau banyak pelanggaran, para finalis yang melanggar digugurkan/didiskualifikasi atau beri kami masukan sehingga kami bisa mengurangi nilainya. Kasihan yang sudah mencari poin dari awal tahapan kalau penentuan cuma saat grandfinal,” terang Amrullah, Sabtu malam, (26/06/2021).

” Saya menyesalkan acara sebagus ini untuk mengenalkan Kopi Empat Lawang ditangain oleh orang yang tidak Profesional, semoga diacara yang akan datang bisa dikerjakan oleh orang yang lebih Profesional lagi,” sambungnya.

Untuk diketahui Pembukaan Duta Kopi Empat dimulai pada tanggal 3 Mei hingga 30 Mei 2021 melalui Instgram dan Facebook. Sebanyak 23 orang Putra-Putri Empat Lawang mendaftarkan diri, untuk seleksi tes tanggal 16 Juni 2021 dilanjutkan dengan karantina di Zulian Hotel pada 21 juni dan pengumuman pemenang pada 22 Juni 2021.

Sekitar pukul 10 malam, Sabtu (26/06/2021) masuk pesan whatsapp dari salah satu Finalis yang gagal. mengirimkan pesan ke nomor WhatsApp tribunpos bahwa pada hari senin para peserta yang kalah diharapakan datang ke Dinas Pertanian untuk mendapatkan Hand Bag dari salah satu Kabid Perkebunan karena pada saat Grand Final Hand Bag nya kebawah mobil lain ?.

Tim menanyakan dewan juri acara Duta Kopi kepada N dan dijawab.” Dewan Juri pada saat Karantina adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ibu Herma Sekretaris PKK Serta Mbak Andes dari Pertanian yang melakukan penilaian saat dikarantina,” ungkap N.

Finalis Putri lain inisial S juga merasakan sesak didada dengan pengumuman pemenang.” Ada yang sebenarnya tidak layak menang,” dalam tangkapan gambar saat berkeluh-kesah dengan temannya.

Sedangkan saat malam puncak atau grand final bertindak sebagai juri salah satunya adalah Amrullah Kepala Desa Gunung Meraksa Baru.

Salah satu Masyarakat Empat Lawang, melalui tangkapan pesan Facebook ikut berkomentar dan menyesalkan acara yang terkesan dipaksakan. mengambur-hamburkan uang negara di tengah Pandemi Covid. Padahal 14 Juli 2021 akan diadakan Audisi pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang.

” Seharusnya Pemenang Bujang Gadis Empat Lawang nantikan bisa juga dijadikan Duta Kopi Empat Lawang, sehingga bisa menghemat uang negara, ini pemborosan buang-buang uang negara saja,” ungkapnya sambil mengkhawatirkan Klaster Baru Penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Pertanian Dadang Munandar saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menyarankan untuk menghubungi kepala bidang Perkebunan Dinas Pertanian. Namun saat dihubungi nomor WhatsApp wartawan Tribunpos sudah di blokir oleh oknum Kabid Perkebunan.

Untuk itu, kepada Pemeritah Kabupaten Empat Lawang dalam hal ini Inpekstorat maupun aparat penegak hukum agar dapat menindak lanjuti temuan tersebut. (red)

 

Wartawan : Kurniawan
Editor : Putri

Komentar

Headline