oleh

Fakta Mencengangkan di Balik Praktik Fee ‘Cash Back’ di Pelabuhan Merak, Ini Kata PT Bukit Merapi Nusantara

Laporan Khusus Investigasi, Wartawan Tribun Pos, Badiaman Sinaga, Merak, Banten

MERAK, Tribunpos.com | Meski ada beberapa pihak yang masih menyangkal, adanya praktik haram ‘cash back’ (baca; bagi fee), yang ditengarai dimainkan oleh sejumlah perusahaan operator kapal dan berujung pada persaingan usaha tidak sehat di dunia bisnis pelayaran di pelabuhan Merak, Banten.

Ternyata, sebuah fakta mencengangkan kembali terungkap. Para pedagang asongan yang di kelola koperasi ASDP Indonesia Ferry Merak, mengetahui soal praktik bagi fee ‘cash back’ tersebut.

Beberapa pedagang yang berhasil diwancarai Tribunpos.com, meminta nama mereka tidak disebut demi keamanan.

Ujang nama sengaja disamarkan, kepada wartawan media ini mengungkapkan, bahwa pemberitaan ‘cash back’ di media baginya tidak mengheran lagi, itu sudah lama terjadi. Namun, kata dia, butuh keberanian yang besar untuk mau atau tidaknya mengangkat pemberitaan tersebut.

“Ya benar itu bang, sudah lama ini terjadi (baca; bagi fee cash back). Sekarang tinggal ada tidaknya keberanian atau keseriusan dari pejabat terkait yang berwenang soal ini, kalau saya tidak tau kewenangan ada di tangan siapa, saya mah hanya dagang doang,” katanya menyindir, Rabu (31/7/19).

Ledy nama juga samarkan, dirinya juga tidak menampik soal permainan ini. Dikatakannya, kerap permainan ini seringnya dilakukan malam hari. “Mungkin karena malam hari pengawasannya kurang, itu kenapa main mereka malam bang,” terangnya.

Baca juga: ‘Tercium’ Ada Persaingan Usaha Tak Sehat di Pelabuhan Merak

Menurut informasi yang berhasil digali Tribunpos.com, ternyata tidak semua perusahaan operator pelayaran kapal tergiur untuk melakukan praktik haram bagi fee ‘cash back’ ini. Selain ASDP ada juga beberapa perusahaan pelayaran swasta seperti PT Bukit Merapi Nusantara yang tidak memberikan kompromi dengan praktik usaha tidak sehat tersebut.

Kepala Cabang PT Bukit Merapi Nusantara, Capt Andi melalui Direktur Aminudin kepada wartawan Tribunpos.com mengatakan, pihak perusahaannya tidak mau coba-coba bermain ‘cash back’ seperti ini.

“Betul pak, kita gak mau coba-coba ikut main ‘cash back’ untuk kapal-kapal milik perusahaan kami di pelabuhan Merak ini. Karena demand atau muatan untuk lintas Merak-Bakauhuni itu, sebenarnya sudah bisa dihitung setiap harinya dapat berapa, jadi dipaksakan dengan cara apa pun tidak bisa,” ucap direktur operasional PT Bukit Merapi Nusantara yang memiliki KMP Seira dan KMP Suki 2 ini.

“Susah memang, sekarang tinggal bagaimana kita-nya saja sebagai operator kapal ini, untuk selalu memikirkan peningkatan pelayanan lebih baik kepada para pengguna jasa,” tambah Aminudin.

Menurutnya, kondisi adanya ‘cash back’ itu sengaja diciptakan oleh pihak-pihak yang mau mengambil keuntungan tanpa ingin mengeluarkan modal.

“Cash back itu menyangkut budget perusahaan, sehingga kalau pendapatannya pun tidak signifikan, kenapa harus mengeluarkan biaya yang tidak seberapa besar manfaatnya bagi perusahaan,” terangnya.

“Harapan kami, mendorong pengelola pelabuhan, pemerintah dan operator pelayaran agar bisa mengembangkan sistem pelabuhan yang terintegrasi dengan teknologi, sehingga masyarakat pengguna jasa tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya pada saat akan menyeberang menggunakan kapal penyeberangan,” pungkasnya.

Baca juga: Persaingan Usaha Tak Sehat di Pelabuhan Merak Disorot Tajam, Ini Tanggapan Beberapa Pihak, Mengejutkan!

Sementara Direktur Pelayanan dan Fasilitas ASDP Pusat, Christine Hutabarat, menanggapi terkait adanya persaingan usaha tidak sehat di Pelabuhan Merak kepada media ini mengatakan, meminta Tribunpos.com melalui pemberitaan, memberikan support agar pelayanan di Pelabuhan Merak makin membaik.

“Terima kasih atas pemberitaan Dan supportnya, bantu kami supaya pelayanan makin baik ya pak,” ucap Christine melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu. (*/Bagian III)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed