oleh

Dua Kepsek di Bengkulu Selatan Digelandang ke kantor Satpol PP

TRIBUNPOS BENGKULU SELATAN – Lagi – lagi dunia pendidikan Kabupaten Bengkulu Selatan kembali tercoreng dengan perilaku dua oknum Kepsek berinisial KR dan HR yang berstatus tenaga pendidik. Mereka  seharusnya jadi panutan dewan guru dan murid di tempat sekolah yang mereka pimpin.

Sekretaris Satpol PP Bengkulu Selatan Asih Kadarina, ditemui oleh wartawan di ruang kerjanya, kamis (26/11/20) membenarkan adanya penangkapan dua oknum ASN pada hari Rabu (11/11/20) lalu, di lapangan sirkuit sekira pukul 13.00 Wib.

” Sebelum terjadi penangkapan, anggota kami mencurigai ada mobil sedang parkir di tempat sepi, setelah di datangi mobil yang sedang terparkir di tempat sepi tersebut, ternyata di dalam mobil ada dua orang di dalam mobil, laki – laki dan perempuan yang bukan muhrimnya. Setelah dilakukan penggeledahan ada hal yang mencurigakan, karena kursi depan sudah roboh ke belakang, akhirnya anggota kami meminta identitas. Ternyata keduanya, laki dan perempuan itu adalah ASN, namun mereka tidak mengakui bahwa mereka itu ternyata kepala sekolah,” ungkap Asih.

” Anggota kami mengambil tindakan mengamankan keduanya ke kantor untuk dibina dan dimintai keterangan. Setelah di BAP, mereka berdua bertandatangan di atas materai, tidak akan mengulangi lagi, artinya semua berkas dinyatakan lengkap. Keduanya terancam PP 53 tahun 2010,” ujar Asih kadarina dengan nada yang sangat serius.

Terpisah, Kabid Pembinaan dan Kepegawaian Dikbud Bengkulu Selatan, Zero, menegaskan akan memanggil kedua oknum Kepsek yang diduga mencoreng dunia pendidikan di Bengkulu Selatan. ” Kita akan lakukan klarifikasi dengan yang bersangkutan dan minta Inspektorat Bengkulu Selatan menindaklanjuti kasus kedua Kepala Sekolah, lelaki dan perempuan yang bukan muhkrimnya ini. Soalnya kalau hal ini dibiarkan, tanpa ada sanksi hukum, di aturan ASN ini, di takutkan kalau akan terjadi lagi dengan hal yang serupa”. Tandasnya.

Beberapa orang guru di lingkungan HR mengabdi sangat menyayangkan atas kejadian ini, seperti yang di ungkapkan salah satu orang guru yang identitasnya tidak mau di muat, mengatakan kalau memang terbukti demikian kami minta sekolah ini di bersihkan dulu atau cuci sekolah ujarnya.

Sepekan terakhir kedua oknum Kepsek tersebut jarang masuk kantor dan sangat susah untuk di konfirmasi oleh wartawan hingga berita ini di publikasikan.

Wartawan : Ham

Komentar

News Feed