oleh

Ditpolairud Polda Banten Dapat Pujian dari Wakapolda Tomex

Laporan Wartawan Tribun Pos, Badiaman Sinaga, Merak, Banten

MERAK, Tribunpos.com | Jajaran Direktorat Polairud Polda Banten mendapat pujian dari Wakapolda Brigjen Pol Tomex Kurniawan. Pujian itu disampaikan saat gelaran upacara tabur bunga di perairan Selat Sunda, Merak, Banten, Senin (1/7/2019).


Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperingati HUT ke-73 Bhayangkara. Wakapolda Banten, Brigjen Pol Tomex Kurniawan memimpin langsung acara tabur bunga tersebut.

Dalam sambutannya Wakapolda mengatakan, kinerja Ditpolairud Polda Banten selama belakangan ini sangat baik. “Bila kita melihat semangat kepahlawanan yang ditunjukan seluruh personel Ditpolairud dengan cakupan sangat luas tanggung jawab wilayah perairan yang diemban, sudah sangat baik,” ucapnya.

Salah satu contoh, kata Wakapolda, andil personel dalam membantu masyarakat seperti adanya kecelakaan laut, langsung dilakukan dengan sigap.

“Sebagaimana upaya yang dilakukan Ditpolairud pada kejadian akhir tahun 2018 lalu saat Tsunami Banten. Kalau secara nalar normal, tidak mungkin untuk evakuasi dilakukan di pulau Sangiang. Sangat tidak masuk akal dengan ketinggian gelombang 3 meter, tetapi dengan daya juang yang besar yang dimiliki personil Polairud Polda Banten, trutama keikhlasan membantu masyarakat pulau Sangiang, dengan kondisi kapal C3, kita terobos. Dan alhamdulillah semua selamat,” ungkap Jendral polisi kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini.

Wakapolda Banten, Brigjen Pol Tomex Kurniawan didampingi Direktur Polairud, Kombes Pol Nunung Syaifuddin, saat memulai prosesi tabur bunga memperingati HUT ke-73 Bhayangkara di perairan Selat Sunda, Merak, Banten, Senin (1/7/2019).

Di tempat yang sama, Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifuddin, mengakui peralatan penunjang personel terutama kapal patroli yang dimiliki satuannya masih sangat terbatas. Kapal yang dimiliki saat ini masih belum dapat dimaksimalkan jika menjangkau pengamanan masyarakat di pulau terluar.

“Kapal kita ini hanya ada C2 ada 4 Armada, C3 ada 10 armada. Karena tsunami tahun lalu, jadi rusak satu sisa 9 armada lagi. Kemudian kapal BKO Mabes hanya ada 2 armada, itu pun belum efektif. Belum berani kita melakukan patroli di pantai selatan, makanya kita sekarang ini memanfaatkan potensi masyarakat yang ada,” tandas Mantan Kapolres Serang.

Ia berharap, upaya penyediaan kapal patroli berukuran besar tipe B3 yang telah diajukan ke pemerintah provinsi Banten, agar dapat segera terealisasi.

“Kemarin sudah ada (pengajuan hibah kapal), tapi ada keterlambatan. Anggaran sudah disiapkan oleh DPRD, tatapi ada keterlambatan di administrasi. Insyaalaah di 2020. Spek kapal B3 yang kita butuhkan dari Pemprov dapat digunakan di laut Banten Selatan,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam prosesi tabur bunga tersebut, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, Dandim 0623 Cilegon, Letkol Armed Rico Ricardo Sirait, jajaran petinggi Polda Banten dan para ibu Bhayangkari.

Terlihat puluhan personel dan sejumlah tamu undangan menaiki kapal KP Kenari yang telah disiapkan. Sebelum melakukan tabur bunga, para petugas tampak menggelar upacara di dek kapal. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline