oleh

Ditanya Soal Penggunaan Dana Desa, Oknum Kepala Kampung Yuda Karya Jitu Jawab Banyak Tak Tahu, Buat Wartawan Geram

Laporan: Sunarno/ Wartawan Tribunpos Tulang Bawang, Lampung

TRIBUNPOS, RAWA JITU — Oknum kepala kampung Yuda Karya Jitu, Kelurahan Rawa Jitu Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung berinisial JS, dinilai sengaja tak memberi ruang untuk konfirmasi bagi wartawan.


Hal ini terjadi saat wartawan media ini meminta konfirmasi terkait adanya dugaan pelaporan APBKam Tahun Anggaran 2019/2020 lalu.

Ada 10 (sepuluh) item yang ingin diminta hak-jawabnya.

Namun JS sang kepala kampung terkesan sengaja menutupi atau menyembunyikan informasi yang seharusnya dibuka.

Waktu 10 manit untuk bicara di ruangan kerja kepala kampung pun tak juga ditanggapi oleh oknum JS.

Wartawan terpaksa membuka pertanyaan di ruang terbuka dalam balai kampung.

Dari 10 item yang ditanyakan, hanya 3 yang ditanggapi.

Pertama terkait pengeluaran yang sudah terealisasi untuk program keluarga berencana (KB). Dijawab oleh JS tidak tau, lupa.

Menurut sumber yang diterima Tribunpos, tertulis besaran program KB di dana desa Rp 23.000.000.

Penelusuran wartawan ke beberapa orang warga kampung setempat yang tak bersedia disebutkan namanya, mengatakan selamai ini mereka ikut KB, belum pernah ada yang gratis dari pemerintah desa.

“Kami selalu bayar Rp30.000 pertiga bulan sekali suntik. Sedangkan dalam satu tahun ada 4 x suntik,” kata sumber.

Ada juga yang mengaku bayar Rp35.000 setiap kali suntik. Sedangkan bagi ibu-ibu yang KB-nya menggunakan sfiral bahkan mencapai Rp350.000 per sekali pasang untuk selama tiga tahun.

Pertanyaan kedua terkait masalah pengerasan jalan tani yang telah direalisasikan sebesar Rp22.626.000 itu, juga dijawab sang kepala kampung tidak tahu.

Selanjutnya awak media juga mempertantanyakan penyelenggaraan terkait dengan pendidikan PAUD dan TK dimana tempatnya. Termasuk berapa tenaga pengajarnya. Oknum JS juga menjawab tidak tahu.

Sikap kepala desa ini, sangat mencurigakan terindikasi penyalahgunaan dana desa.

Kepada pihak terkait inspektorat dan aparat penegak hukum bisa menjadikan bahan berita ini untuk ditindaklanjuti. (red/narno)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline