oleh

Disambut Hangat, Ketua PWNU Sumsel Hadiri Festival Pendidikan Al Qur’an Nasional di Majalengka

TRIBUNPOS.COM I MAJALENGKA – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, KH Amiruddin Nahrawi menghadiri pembukaan Festival Pendidikan Al Qur’an Nasional (FPQN) di Ponpes Al Mizan Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (29/02/2020).

Kehadiran Kiai Amiruddin memenuhi undangan KH. Maman Imanulhaq, anggota DPR-RI Periode 2019-2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang juga merupakan pimpinan Ponpes Al-Mizan Majalengka.

Kehadiran Cak Amir -sapaan KH Amiruddin Nahrawi disambut hangat di tengah undangan yang hadir. Tampak hadir Wakil Gubernur Jawa Barat, H. UU Ruhjanul Ulum,  Bupati Majalengka diwakili Asda I, Kapolres Majalengka AKBP Dr. Bismo Teguh Prakoso, Sik, Dandin 0617/Majalengka diwakili Kasdim, Mayor Arh. Sobandi, para ketua PCNU se- Jawa Barat, tokoh agama, kepala OPD Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Cak Amir mengungkapkan, mewakili para kiai dan pengurus PWNU Sumsel menyampaikan terima kasih atas kehormatan yang telah mengundang khusus dirinya, pada perhelatan yang besar ini.

Menyikapi Festival Pendidikan Al Qur’an Nasional (FPQN) , Ketua Tanfidziah PWNU Sumsel menilai, kegiatan ini sangat bagus. Menurutnya, penanaman nilai-nilai Al-Qur’an perlu dilakukan sejak dini, guna terbentuknya generasi Qur’ani yang memiliki komitmen terhadap Al-Qur’an sebagai sumber perilaku, pijakan hidup dan rujukan segala urusannya.

“Penanaman nilai-nilai cinta Al-Qur’an itu sangat perlu dilakukan, salah satunya dengan menggelar kegiatan seperti ini, apalagi ini tingkat nasional,” kata Cak Amir kepada Tribunpos.com, Sabtu (29/02/20)

Pendiri dan Muassis Ponpes Al-Mizan, KH  Maman Imanulhaq dalam sambutannya mengajak, seluruh hadirin untuk selalu mengembangkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosialnya dan mempersiapkan putera-putrinya sejak dini menghafal Al-Qur’an.

“Saya mengajak semua kita yang hadir disini untuk selalu mengembangkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Dalam kesempatan itu Kiai Maman -sapaan KH Maman Imanulhaq– pun bercerita saat berkunjung ke sejumlah negara bahwa kehidupan di negara lain meskipun secara lahiriyah tampak maju akan tetapi rapuh keseimbangan sosialnya.

“Kita patut bersyukur bahwa bangsa Indonesia memiliki keseimbangan sosial, tidak saja mengejar kemajuan lahiriyah akan tetapi pada saat yang sama penuh perhatian pada aspek-aspek ruhaniyah. Kita berharap anak-anak kita menjadi mujahid-mujahid Al-Qur’an untuk menjaga keseimbangan sosial bangsa Indonesia”, ujarnya seraya menutup sambutannya. (Red/ Kaka) ***

Penulis: Kaka Timur
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed