oleh

Dinilai Kinerja Dinasnya Buruk, Toyalis Bantah Pernyataan Walikota

SERANG, Tribunpos.com | Pernyataan Walikota Serang, Syafruddin yang menilai masih buruknya kinerja Dinas Kesehatan dalam memberikan pelayanan dan penanganan kasus penderita gizi buruk dan stunting (gagal tumbuh karena kekurangan gizi) di Kota Serang, dibantah langsung Kepala Dinkes, Toyalis.

Baca juga: Gizi Buruk Masih Tinggi di Kota Serang

Toyalis mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya keras dalam melayani masyarakat miskin dan juga sedang berupaya membiayai agar masyarakat miskin ini saat berobat tidak kesulitan. Namun, memang saat penanganan soal penyakit gizi buruk ini tidak mudah, tidak seperti menangani pasien-pasien biasanya.

“Karena memang mereka ini kasusnya sudah lama, sehingga harus ditangani oleh spesialis. Kalau Puskesmas ini kan tidak sanggup ketika menangani kasus gizi buruk yang serius,” ujarnya saat diwawancarai Tribunpos.com usai menghadiri acara pemangku kepentingan peningkatan status gizi dan kesehatan anak, Selasa, 30 April 2019.

Toyalis juga menegaskan, Dinas Kesehatan yang dipimpinnya sudah melakukan pemeriksaan ke kampung-kampung dan Posyandu di Kota Serang. Dan jika ditemukan anak-anak yang sakit maka langsung diobati saat itu juga.

“Kita temukan anak-anak ada yang sakit ya kita obati langsung, kecuali ada yang mengalami kelainan dari bawaan lahir, ya susah juga,” tambahnya.

“Memang petugas untuk menangani kasus gizi buruk tidak semua ada di Puskesmas,” sambungnya.

Dilain sisi Walikota Syafruddin ingin membangun klinik untuk penderita gizi buruk di Kota Serang dan hal tersebut direspon positif oleh Dinas Kesehatan Kota Serang

“Betul pak Walikota ingin membuat klinik itu (klinik bagi penderita gizi buruk), kita juga sudah ada 2 (dua) klinik itu di Kota Serang, fasilitasnya yah 3 (tiga) tempat tidur dan alat-alat kesehatan,” pungkas Toyalis.

Untuk diketahui kasus gizi buruk terutama pada anak di bawah lima tahun masih tinggi di Kota Serang, Banten. Sampai April 2019, ditemukan 100 kasus gizi buruk, 10 orang meninggal dunia. Salah satu pemicunya yakni persoalan kemiskinan yang menyebabkan asupan gizi tidak seimbang.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Serang, untuk peta daerah rawan gizi buruk di Kota Serang masih sangat kuat di Kecamatan Kasemen dengan perlolehan penderita gizi buruk sebesar 30 orang dan sisanya terbagi-bagi ke seluruh daerah Kota Serang.

Sedangkan penderita stunting (gagal tumbuh karena kekurangan gizi) di Kota Serang juga masih tinggi. Tercatat ada sebanyak 2.542 penderita dan saat ini kondisinya sudah kronis. Ini juga yang mengakibatkan Kota Serang terancam sebagai kota dengan status gizi buruk. (**)

Wartawan: Oki Andriyanto
Kabiro Serang: Apriadi
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed