oleh

Diduga Tak Berizin, Reklamasi PT BSU di Puloampel juga Dikeluhkan Nelayan

Laporan Berita Investigasi Wartawan Tribunpos.com, Badiamin Sinaga, Merak, Banten

MERAK, Tribunpos.com | Kegiatan reklamasi PT. Berlian Sarana Utama (PT. BSU) atau Jetty MCA yang berada bibir pantai Desa Argawana, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang selain dikeluhkan oleh masyarakat nelayan Cikubang, juga diduga tidak mengantongi Surat Izin Kerja Reklamasi (SIKR) yang dikeluarkan KSOP.


“Kami di sini ada kendala yang akan merugikan aktifitas nelayan, berupa adanya reklamasi pengurukan bibir pantai atau penambahan daratan. Ada juga reklamasi yang di samping PT Apexindo sekarang sudah ada tanda bambu penanda di lautnya bang,” keluh Ali nelayan setempat kepada Tribunpos.com, Senin (23/09/19).

Dugaan belum mengantongi perizinan dibenarkan oleh Kasie TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) KSOP Banten, Robin saat dikonfirmasi dengan singkat mengatakan bahwa PT. BSU atau Jetty MCA belum mengangongi perizinan.

“Dia tidak ada izinya, lebih pastinya coba tanya Kabid Lala KSOP Hotma Sijabat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Lala KSOP Kelas I Banten, Hotma Sijabat mengatakan PT. BSU tidak melakukan reklamasi melainkan hanya kegiatan meratakan tanah bibir laut karena terjadi abrasi. Namun pihaknya sudah memanggil pihak perusahaan tersebut.

“Pihak KSOP sudah melakukan sanksi berupa tegoran pada Kamis (19/9/2019) lalu,” ujarnya.

Dari hasil investigasi Tribunpos.com, dalam kegiatan reklamasi di Jetty MCA ini dilakukan tidak secara rutin dilakukan, kadang kala saja ketika pekerjaan bongkar muat yang lain sedang sepi.

Dikonfirmasi, manajemen PT. BSU, Bayu dengan respon sangat dingin menanggapi pertanyaan wartawan.

“Maaf, tau nomor saya dari mana ya pak, maaf masih di luar kota,” kata Bayu. (*/Red)

Wartawan: Badiamin Sinaga
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed