oleh

Bupati Empat Lawang Sumsel Menekankan Agar Posko PPKM Setiap Desa Digiatkan

Liputan Wartawan : Kurniawan,  Tribun Pos Empat Lawang, Sumsel

TRIBUN POS, EMPAT LAWANG | Menindak lanjuti Intruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) No 23 Tahun 2021 tentang perpanjangan – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019, Bupati Empat Lawang hari ini mengadakan rapat untuk menekan pengendalian penyebaran covid-19 dan menekankan agar Posko PPKM tiap desa terus digiatkan.


Bertempat di Aula Pendopoan Rumah Dinas Bupati Empat Lawang Jum’ at pagi, (23/07/2021) diadakan rapat pembahasan perpanjangan tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditingkat Desa dan Kelurahan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Yulius Maulan serta Forkompimda Empat Lawang.

Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad dalam kesempatan tersebut mengintrkusikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memasang spanduk himbauan memakai masker didepan kantor masing-masing.

“Bagi siapa pun baik pegawai maupun masyarakat yang ada keperluan di kantor untuk selalu memakai masker, jika ada yang tidak memakai masker  jangan ada interaksi di kantor tersebut guna mencegah dan menekan penyebaran covid-19,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang Hj. Hepy Safriani menjelaskan tentang MOU dengan rumah sakit Kabupaten Lahat untuk PCR.

“Kita sudah menekan MOU dengan Pemerintah Kabupaten Lahat sehingga nantinya hasil PCR bisa kita dapatkan dalam waktu 24 jam,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rita Purwaningsih dihadapan Bupati dan Wakil Bupati serta para undangan menyampaiakan kendala pembelajaran khususnya siswa baru/kelas 1 Sekolah Dasar yang baru masuk sekolah.

“Untuk pembelajaran secara daring juga belum bisa optimal Pak Bupati, dikarenakan masih banyak warga kita yang belum mempunyai Handpone Android. Untuk itu, selain pembelajaran secara daring juga dengan fotokorium yaitu para murid diatur secara bergilir untuk mengambil tugas di sekolah karena tidak memungkinkan jika guru mendatangi rumah siswa,”ungkapnya.

Disisi lain, untuk jadwal pembagian jam belajar tergantung banyaknya murid, kalau muridnya dibawah 20 mungkin bisa setiap hari.

“Namun Pak Bupati hal tersebut belum bisa diterapkan untuk kelas 1 SD, apalagi siswanya masih banyak yang belum pernah PAUD dan TK. Untuk itu, walaupun sulit hendaknya kami menghimbau kesadaran orang tua ikut mendidik anak-anak dirumah,” sambungnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Soleha Apriani S.E. M.M saat diminta H. Joncik Muhammad S.Si. S.H. M.M. M.H untuk menyampaikan pandangannya, menjelaskan saat apel pagi maupun sore ditiadakan untuk waktu yang belum ditentukan.

Jelasnya, untuk disiplin bekerja dan jam kerja tetap pukul 07.30 WIB, dan kepada pegawai harus sudah ada dikantor, begitupun Kepala OPD nya jangan cuma menghimbau bawahan tepat waktu tapi kepala-kepala OPD nya datang siang atau jam 10.00 WIB Juga.

“Bagi PNS/ASN yang bekerja dari rumah hendaknya handpone selalu aktif. Karena yang bekerja di rumah bukan libur tapi tetap bekerja. Untuk Kepala OPD Camat maupun Puskesmas kalau bukan terkonfirmasi positif atau reaktif harus tetap bekerja,” ungkapnya.

Untuk diketahui saat ini per 22 Juli 2021, perkembangan kasus positif covid-19 di Kabupaten Empat Lawang berjumlah 165 orang (Komulatif), 126 orang sembuh serta 13 orang meninggal dunia. Yang masih menjalani perawatan sebanyak 11 orang, untuk isolasi mandiri sebanyak 15 orang. (red)

Wartawan : Kurniawan
Editor : Putri

Komentar

Headline