oleh

Buntut Ledakan PT Dover Chemical, FKPG Desak Pemerintah Berikan Sanksi Tegas

Ledakan besar yang terjadi pada 18 Fabruari 2016 lalu di dalam Depot A di Pabrik Kimia PT. Dover Chemical yang mengakibatkan adanya korban luka dan korban jiwa (meninggal). (Dok. Istimewa)
Laporan Wartawan Tribun Pos : Badiaman Sinaga / Merak Cilegon

TRIBUNPOS.COM, MERAK BANTEN — LEDAKAN yang terjadi lagi di pabrik kimia milik PT Dover Chemical di Cilegon, Banten, Senin (28/5/18) malam kemarin, adalah insiden yang sudah kerap terjadi di Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di bawah Dovechem Grup ini.

Dari data yang dihimpun Tribunpos.com, insiden pertama ledakan terjadi pada 18 Januari 2016, yakni meledaknya pipa dalam area pabrik. Insiden kedua pada 10 Februari 2016, terjadinya klep pipa bocor.

Insiden ketiga, ledakan besar yang terjadi pada 18 Fabruari 2016 di dalam Depot A yang mengakibatkan adanya korban luka dan korban jiwa (meninggal). Ledakan terjadi akibat adanya kesalahan prosedur saat proses pemindahan bahan kimia cair dari tempat penampungan ke mobil tanki di area loading I.


Insiden keempat, terjadi ledakan di dalam Depot B pada 2017. Insiden terakhir, kembali terjadi ledakan di Depot A diduga akibat Short Circuit pada Panel Capacitor Bank yang menimbulkan percikan api sehingga terjadilah ledakan.

Peristiwa-peristiwa tersebut menyisakan banyak pertanyaan. Disinyalir banyak pelanggaran berkaitan dengan standar beroperasinya pabrik tersebut.

Bagaimana mungkin izin yang sudah diberikan terhadap pabrik industri kimia berbahaya itu, namun jika tidak memenuhi standar keselamatan kerja dan resiko dampak buruk yang ditimbulkan nanti, baik dampak sosial masyarakat maupun keamanan lingkungan sekitar.

Baca juga : Pabrik Kimia PT Dover Chemical di Cilegon Kembali Meledak

Menyikapi insiden tersebut, Ketua Forum Komunikasi Pemuda Gerem (FKPG), Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Erlan Zaenal Fitri menyayangkan insiden ledakan tersebut kembali terulang.

Diungkapkan Erlan, seharusnya PT. Dover Chemical belajar dari banyak pengalaman sebelumnya. Mulai mau mendengar masyarakat, mengikuti aturan main yang benar dari pemerintah, sehingga kejadian serupa tidak perlu terulang lagi.

Erlan mendesak Pemeritah Kota Cilegon memberikan sanksi tegas kepada pabrik kimia itu, atas ledakan yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Sudah saatnya pemerintah daerah memberikan sanksi tegas, jangan dibiarkan begitu saja, membuat masyarakat resah, dan was-was,” tegasnya kepada Tribunpos.com, Rabu (30/5/18).

Erlan juga meminta, Komisi II DPRD Cilegon untuk kembali mengevaluasi hasil kesepakatan mediasi antara managemen PT Dover Chemical dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Komisi II DPRD Kota Cilegon yang lalu.

Erlan menyarankan DPRD Cilegon bersama Instansi terkait agar segera melakukan investigasi terhadap sistem keamanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan PT. Dover Chemical.

Diwaktu berbeda, Anggota Komisi II DPRD Cilegon, H Aam Amrullah juga menyayangkan atas kejadian yang berulang terjadi di Pabrik Kimia PT. Dover Chemical itu.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat menyayangkan atas kejadian yang kesekian kalinya berulang ini, sehingga makin membuat masyarakat resah dan khawatir,” ucap anggota dewan dapil Merak ini.

Aam Amrullah juga menyesalkan, sikap pihak perusahaan yang melarang aparat kepolisian untuk masuk ke lokasi saat insiden ledakan kemarin. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline