oleh

Bodoh Amat yang Penting Berkuasa

EDITORIAL

TRIBUNPOS.COM | Menghalalkan segala cara untuk kekuasaan. Tak peduli halal, haram, hantam (3H). Bodoh amat. Yang penting berkuasa. Dari level terendah hingga level jabatan tertinggi. Termasuk mencederai dan melukai diri sendiri dilakukan untuk meraih simpati dan dukungan. Menutupi aib yang dicurigai publik.

Playing Victim adalah menempatkan diri sebagai korban dalam suatu permasalahan. Orang yang biasanya playing victim menempatkan dirinya sebagai korban untuk mendapatkan simpati, rasa kasihan dari orang lain, bahkan untuk lari dari tanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Misalnya, berita pejabat ditusuk orang. Heboh se jagad raya. Semua media mainstream menyiarkannya. Live. Breaking news berjilid-jilid. Kita tidak tahu, apakah benar-benar terluka atau tidak. Wallahu Ta’ala A’lam.

Sementara mahasiswa tertembak di seberang sana sunyi senyap dalam pemberitaan. Ratusan petugas pemilu meninggal tak ada gaungnya. Apalagi yang terbunuh dan terusir dari pulau sana. Media mainstream mingkem. Mereka bisu, buta dan tuli.

Sementara “pelaku” bercadar, berjenggot dan celana cingkrang. Identik dengan stigma radikal dan teroris. Terpapar Islam garis keras. Menyebut nama organisasi teroris dunia. Lagi-lagi Islam jadi kambing hitam.

Wanita bercadar. Laki-laki berjenggot dan celana cingkrang. Sedikit banyak mereka paham agama. Haram hukumnya melakukan kekerasan, pembunuhan dan merusak fasilitas umum.

Hanya wanita bercadar jadi-jadian yang melakukan perbuatan melanggar hukum negara dan Islam. Demikian pula, hanya laki-laki berjenggot dan celana cingkrang gadungan yang berupaya membunuh pejabat negara.

Fitnah apa lagi terhadap Islam, agama penuh kasih sayang. Kenapa Islam selalu dijadikan kambing hitam. (*/Red)

Ditulis: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed