oleh

Bina Darma Kisruh Rebutan Aset, Anton Nurdin: Kami Akan Tempuh Jalur Hukum

Laporan Wartawan: Syaiful Jabrig/ Tribun Pos Kota Palembang

TRIBUNPOS, PALEMBANG — Suasana di Kampus Bina Darma yang terletak di Jalan Jendral A Yani, Seberang Ulu 1, Kota Palembang tiba-tiba mendadak kisruh. Hal ini dikarenakan perebutan aset gedung dan lahan kampus oleh pihak yang mengatasnamakan ahli waris pemilik yayasan.


Pemasang plang tanda penguasaan kepemilikan oleh pengacara ahli waris pun, di tiga gedung Kampus A, B dan C Bina Darma tak terelakkan lagi. Tak ayal kondisi tersebut membuat pihak kampus berang.

Melalui kuasa hukumnya, pihak kampus menyetop paksa pemasangan plang dan mencabutnya.

Dalam insiden tersebut, sempat terjadi cekcok adu mulut diantara kedua belah pihak pengacara. Bahkan nyaris adu jotos. Namun semuanya bisa dilerai.

Kuasa hukum dari Yayasan Bina Darma, H Anton Nurdin menjelaskan, terkait yang dipermasalahkan soal pematokan lahan Kampus Universitas Bina Darma pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Pemasangan plang yang dilakukan oleh Tri Dewi dan Partners di kampus C, A dan kampus B, itu kesalahan total, dan dugaan perbuatan upaya perampasan, itu jelas melanggar hukum,” kata Anton Nurdin kepada Tribunpos.com, Selasa (10/8/21).

Dia meminta, agar mahasiswa dan para alumni serta stakeholder tidak was-was.

“Segenap civitas akademik, silahkan bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Tidak ada yang perlu dicemaskan,” ujar Anton Nurdin yang juga Ketua Umum KONI Kota Palembang.

Berikut 5 (lima) poin yang disampaikan Kuasa Hukum Universitas Bina Darma:

1. Permasalahan keberadaan dan keabsahan Akta Pendirian Yayasan Bina Darma dan Rektorat Bina Darma yang sekarang.

Bahwa yayasan saat ini diketuai Linda Ariana dan Rektor Sunda. Itu dibuktikan akta notaris dan disahkan di Menkumham. Jika ada diluar itu tidak benar.

2. Permasalahan aset-aset Yayasan Bina Darma Palembang. Bahwa aset tersebut dibeli dengan uang yayasan.

3. Tidak benar adanya Pengurus Yayasan Bina Darma Palembang dan Rektorat Bina Darma yang sekarang mengadaikan aset-aset milik Yayasan Bina Darma Palembang.

Justru yang melakukan penggadaian itu pihak mereka sendiri dengan melakukan pinjaman uang ke Bank.

4. Akan menempuh jalur hukum terhadap pemasangan plang nama Tri Dewi dan Partners di kampus C, A dan kampus B (utama) :

5. Mempertanyakan legal standing dari pengacara mereka yang mengatasnamakan kuasa hukum dari Prof Ir Bochari Racman, MSc (alm), karena yang sah melakukan tindakan hukum yaitu dari ahli waris yaitu Dr Sunda Ariana. Berdasarkan surat kuasa waris tanggal 12 Oktober 2018 yang telah didaftarkan kantor Lurah Bukit Baru Palembang dengan nomor 1140/KU/BB/2018 dan didaftarkan di kantor Camat Ilir Barat | palembang tanggal 17 Oktober 2018 nomor : 263/KU/2021 guna Untuk Menggurus semua Menerima dan Menandatangani segala macam bentuk Administrasi surat Menyurat dan harta benda Prof Ir Bochari Racman, MSc. (Red/Iful)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline