oleh

Bendera Merah Putih di Kantor Balai Tiyuh Penumangan Baru, Sudah Tak Layak Lagi ‘Sobek’

Laporan Wartawan : Darwis ib, Tribun Pos Tulang Bawang Barat

TRIBUN POS, TULANG BAWANG BARAT I Bendera merah putih, kebanggaan bangsa Indonesia selama 350 tahun terlihat berkibar tetapi dengan kondisi yang tidak layak dan sudah sobek.


Hal itu dilaporkan oleh, empat jurnalis yang melintas melewati Balay Tiyuh (Desa) Penumangan Baru, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), pada Sabtu, (10/7/21).

Dibawah kibaran bendera merah putih kebanggaan Indonesia itu, juga nampak sejumlah anak-anak dengan wajah polos dengan serunya bermain sepak bola.

Sangat disayangkan, akibat keteledoran Aparatur Tiyuh tersebut sama saja telah mempertontonkan kepada generasi penerus bangsa tentang ketidak perdulian akan makna dan pentingnya bendera merah putih.

Ketika seorang jurnalis memotret bendera tersebut, salah satu anak itu bertanya, “Ngapain foto-foto kak, bendera sobek kok difoto,” ujar sianak dengan wajah lugu, seraya mempertanyakan kebingungannya kepada jurnalis.

Kibaran bendera merah putih yang telah kusam dan sobek termakan usia ini, sebagai cermin bahwa Aparatur Tiyuh tersebut tidak pernah menjalankan upacara bendera.

Terbukti, Kamso Kepala Tiyuh Penumangan Baru bahkan tak mengetahui bendera merah putih sebagai simbol/lambang negara Indonesia di halaman balay Tiyuh nya sendiri ini bahwa sudah tidak layak untuk berkibar.

Lucunya lagi, saat ditanyakan jurnalis apa makna kibaran bendera merah putih menurut kepribadian Kamso, “Bendera indonesia,” ujarnya singkat.

Bahkan, Kamso pun tak mengetahui keberadaab bendera merah putih itu.

“kayaknya disimpen, kurang tau juga saya,” akunya pada jurnalis saat dihubungi via telefon seluler.

Padahal jika melihat pada Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang mengibarkan bendera negara yang telah usam, luntur, rusak dan sobek dapat dikenakan pidana kurungan penjara selama satu tahun atau denda sebesar seratus juta rupiah. (red)

Wartawan : Darwis ib
Editor : Putri

Komentar

Headline