oleh

Bambang Haryo: Saya Minta Tol Surabaya-Gempol Diaudit, Sudah Untung Tak Mau Turun Tarif

SURABAYA, Tribunpos.com | Jalan tol Surabaya-Gempol yang merupakan jaringan tol tersibuk di Indonesia timur, mendapat sorotan dari DPR.

Bambang Haryo Soekartono, anggota Komisi V DPR-RI meminta seluruh jalan tol harus diaudit termaksud tol Surgem (Surabaya Gempol).


Dikatakan Bambang, apalagi jalan tol yang dibangun dengan dana APBN yang sekarang ini, jumlah pengguna jalan tol-nya sudah melebihi dari 100 persen, semisal jalan tol Surabaya-Gempol.

Dalam laporannya, jalan tol Surabaya-Gempol ini dilewati 82 juta kendaraan pertahun, dengan asumsi Rp7.000 per kendaraan, diperkirakan taksiran pendapatan sebesar Rp700 Milyar.

Dengan anggaran perawatan sebesar Rp30 Milyar, ditambah biaya operasional, anggaran maksimumnya tidak lebih dari Rp100 Milyar, maka jalan tol Surabaya-Gempol telah mendapatkan keuntungan lebih dari 50 persen.

Untuk itu, menurut politisi yang belakangan santer digadang berpotensi pimpin Kota Surabaya ini, tarif jalan tol Surabaya-Gempol ini, seharusnya diturunkan, juga terkait dengan konsesi jalan tol tersebut yang hampir selesai.

“Infrastruktur itu tidak boleh mencari keuntungan yang sangat besar. Sebab, mestinya keuntungannya itu didapat dari multiplayer effect infrastruktur atas pertumbuhan ekonomi dari infrastruktur tersebut,” kata Bambang di Surabaya, Sabtu (27/7/2019).

Bambang meminta, tarif jalan tol Jasa Marga Surabaya-Gempol harus segera diturunkan, karena telah mendapat keuntungan yang sangat besar.

“Ini jalan tol dibangun dengan uang rakyat, ibarat rumah yang kita beli, lalu rumah itu kita sewa, biaya sewanya untuk perawatan, kira-kira begitu, ini kan gila,” ujar Bambang Haryo.

Lakukan Audit Ulang

Jalan tol ini perlu dilakukan audit ulang, mengenai struktur pembiayaannya atau costnya, harus di audit oleh lembaga independen, melibatkan unsur pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi.

Kemudian, Bambang menambahkan, karena jalan tol ini dibangun dengan APBN, jadi harus dipertanggung jawabkan secara benar. Jadi tidak asal-asalan seperti sekarang ini.

Bambang juga menyinggung mengenai standart pelayanan minimal (SPM) jalan tol meliputi kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibiltas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan dan TI-TIP, kata dia, di jalan tol Jasa Marga Surabaya-Gempol ini tidak memenuhi standar pengelolaan.

Maka itu, seharusnya, sanksi harus keras dan tegas yang diterbitkan pemerintah atas dorongan DPR, yang diawali dengan kajian mengenai sanksinya.

“Ya, jalan tol yang tidak sesuai standar pelayanan minimal, akan berdampak pada keselamatan dan kelancaran nyawa publik dan barang publik yang diangkut oleh transportasi dan ini negara harus melindungi, serta bertindak tegas terhadap operator jalan tol.” pungkasnya. (*/Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed