oleh

Anak Gubernur Banten Dilaporkan ke Bareskrim Polri

SERANG, Tribunpos.com | Anak laki-laki Gubernur Banten berinisial FA telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, pada Jum’at (26/7/2019). Laporan tersebut terkait dugaan korupsi pembebasan lahan dan dugaan mark-up pengadaan komputer untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari APBD 2017-2018.

Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP), Uday Suhada sebagai pihak pelapor mengatakan, selain melaporkan FA, ada juga 12 orang lainnya dari pihak swasta yang turut dilaporkan, yaitu dari PT Bhinneka Mentaridimensi dan PT Astra Grafia Exprins Indonesia.

Selain pihak swasta ada para pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten yang juga diseret dilaporkan ke Bareskrim Polri.

“Dari kasus pembebasan lahan, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp8,3 M (2017), dan Rp1,2 M (2018). Sedangkan mark-up komputer ditaksir mencapai Rp8,3 M (2017), dan Rp1,2 M (2018),” ujarnya.

Suhada berharap, Bareskrim Polri menindaklanjuti atas laporan tersebut, pasalnya pada 2018 lalu pihaknya telah melapor ke KPK, namun belum ada kejelasan.

“Tim penyidik tidak hanya berhenti pada 13 orang terlapor itu saja, namun penyelidikan hingga ke Gubernur Banten Wahidin Halim, yang diduga kuat mengetahui peristiwa tindak pidana korupsi itu dan diduga melakukan pembiaran,” ungkapnya. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed