oleh

Aliansi Mahasiswa Peduli Sumatera Selatan Gelar Aksi Gagalkan Omnibus Law di Gedung DPRD dan PEMPROV SUMSEL 

Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Raden Fatah ikut bersuara

TRIBUNPOS PALEMBANG – Tiga bulan terakhir ini, kondisi kehidupan rakyat semakin memburuk dalam waktu yang singkat. Angka PHK menembus lebih dari 3 juta orang, Pemerintah bukannya membuat kebijakan untuk mengatasi hal tersebut, justru malah sebaliknya menggencarkan pengesahan RUU OMNIBUS LAW yang sudah jelas-jelas akan menyengsarakan Rakyat.


Satria Prima selaku presiden mahasiswa UIN Raden Fatah juga ikut berpartisipasi menyampaikan orasi singkat, Ditengah pandemi ini Rakyat bukan hanya hidup dalam kemerosotan ekonomi yang kronis, namun juga keseharian mereka dibekap ketakutan akibat ketidakjelasan pengendalian angka penularan Covid-19.

“Pemegang tampuk kekuasaan memainkan peran yang sudah kelewatan dan tidak bertanggung jawab. Harusnya dalam kondisi saat ini pemerintah sudah membuat terobosan baru untuk memulihkan ekonomi dan mempersiapkan negara untuk menghadapi tantangan bonus Demografi,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu sudah disahkan RUU Minerba yang sempat juga menjadi polemik, tidak hanya RUU Ketenagakerjaan didalam OMNIBUS LAW ini yang menjadi kontroversi, sektor pendidikan juga bermasalah, sehingga banyak menimbulkan Gejolak di masyarakat. Untuk itu Dema UIN Raden Fatah ikut bergabung dalam ALIANSI MAHASISWA PEDULI SUMATERA SELATAN bersepakat untuk melakukan Gerakan “GAGALKAN OMNIBUSLAW“. Karena dinilai akan memberikan ruang bagi Kaum Kapitalis untuk menguasai Negara Indonesia. Tuturnya

“Kami mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk menyampaikan secara tegas ke Pusat bahwa Masyarakat dan Mahasiswa Sumsel Menolak serta berupaya keras untuk Menggagalkan RUU OMNIBUSLAW”.

“Mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk melakukan kesepakatan dengan DPRD Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk bersatu menyatakan sikap Menolak dan Menggagalkan RUU OMNIBUSLAW secara resmi”.

“Kami akan terus mengawal RUU OMNIBUSLAW ini sampai benar-benar tuntas digagalkan untuk menyelamatkan nasib bangsa dan negara ini”. Tutupnya.

Press Release

Komentar

News Feed