oleh

Aktivis Perempuan Seri Bandung Diundang Jokowi ke Istana

Foto: Arhandi Pembina Yayasan Prima juga anggota DPRD Ogan Ilir bersama suami dan anak-anak Ida Susilawati yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana. (Tribunpos)

Laporan Wartawan : Kaka Kertapati / Tanjung Batu, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, OGAN ILIR — Istana mengundang aktivis perempuan asal Desa Seri Bandung, Tanjung Batu, Ogan Ilir (OI), Sumsel, untuk mengikuti upacara kenegaraan hari kemerdekaan dan bertemu Presiden RI, Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/08/2018).

Aktivis pemilik nama lengkap Ida Susilawati itu menjadi salah satu dari 3 (tiga) tokoh perempuan terbaik Nasional yang diundang dalam upacara itu.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunpos.com, Istana mengundang Ida Susilawi lantaran dedikasi dan implementasi yang sudah puluhan tahun malang melintang sebagai aktivis perempuan, sosial, kemiskinan dan pendidikan.

Atas prestasi tersebut, suami, anak-anak dan tokoh masyarakat setempat pun bangga dengan aktivis perempuan yang sudah malang melintang mendampingi masyarakat melalui Yayasan Prima ini.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Arhandi Tabrani yang juga sebagai pendiri sekaligus pembina utama Yayasan Prima mengaku bangga atas prestasi yang diraih rekannya itu. Dirinya berharap, semoga ke depan akan lebih banyak lagi aktivis perempuan yang berprestasi seperti Ida.

“Ida ini sudah 20 tahun saya bimbing dan ikut saya di Yayasan Putra Desa, sekarang sudah 6 tahun ini berkecimpung di Yayasan Prima. Saya berharap ke depan, akan lahir Ida-Ida lainnya dari Desa Seri Bandung dan Ogan Ilir yang dapat memperjuangkan kemaslahatan ummat,” katanya.

Lebih lanjut Arhandi menyampaikan, Ida Susilawati merupakan aktivis perempuan yang sudah banyak membantu masyarakat di bidang pemberdayaan perempuan, kelompok Usaha Kecil Menengah (UKM), anak terlantar, orang-orang Lanjut Usia (lansia), tuna netra dan usaha kelompok peternakan.

“Saya bangga, walaupun dengan segala keterbatasan ekonomi, Ida ini tetap konsisten mendampingi masyarakat di Kecamatan Tanjung Batu khususnya, dan di Ogan Ilir pada umumnya. Walaupun suaminya hanya seorang tukang tambal ban, di tengah kesibukannya mendampingi masyarakat, ia tak lupa dengan keluarga dan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Indah Yani, putri dari Ida Susilawati mengaku bangga dengan prestasi yang sudah diraihnya ibunya tersebut. Bagi Indah, sosok ibunya tak hanya pahlawan bagi keluarga, namun juga pahlawan bagi masyarakat.

“Saya bangga dengan ibu, walaupun dia sibuk mendampingi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, namun dia tak lupa dengan keluarga. Dia tak lupa dengan suami dan anak-anaknya. Bagi kami, ibu adalah pahlawan keluarga dan pahlawan masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, Ida Susilawati adalah warga Desa Seri Bandung, istri dari Muhammad Amin ini memiliki 3 anak, yakni Indah Yani, Ana dan Rahmad. Serta, memiliki satu orang anak angkat yang sudah yatim piatu, yakni Muhammad Kelvin. (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed