oleh

Ade Indra : Patut Diduga Staf L2DIKTI Melakukan Tindakan Perbuatan Melawan Hukum

TRIBUNPOS PALEMBANG – Terkat investigasi Tim TRIBUNPOS.COM MESUJI dalam menyelusuri informasi dugaan ijazah palsu salah satu Kepala dinas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Mesuji yang telah dipublikasikan https://www.tribunpos.com/tribun-pendidikan/begini-jawaban-l2dikti-palembang-terkait-dugaan-ijazah-palsu-kadis-p2kb-dan-p3a-mesuji Ade Indra Chaniago Pengamat sosial politik menyesalkan pelayanan dari L2DIKTI yang terkesan kurang profesional.


“Secara pribadi saya sangat menyesalkan terkait apa yang dialami oleh Kru Tribunpos. Harusnya pihak L2Dikti tidak menghalang-halangi apa yang dilakukan oleh kru Tribunpos, karena apa yang mereka lakukan dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat,” ungkapnya pada wartawan, Selasa (01/09/20) melalui akun WhatsAppnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan bahwa Kru Tribunpos sudah melaksanakan tugasnya dalam profesi mereka sebagai jurnalis. ” Mereka Kru Tribunpos dari Kabupaten Mesuji Lampung dimana kunjungan mereka ke L2DIKTI jelas untuk meminta konfirmasi/penjelasan dari L2DIKTI terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh salah satu Kepala dinas di Kabupaten Mesuji, dan mereka dipandu oleh Kru Tribunpos Palembang. Hal tersebut di jamin oleh Undang-undang,” ujar Ade.

Ade sangat kecewa dengan ucapan Satpam yang seolah-olah menakut-nakuti wartawan yang mengatakan bahwa oknum yang menghapus rekaman video adalah keluarga Pak Menteri.

“Karenanya saya ingin mengingatkan kalau negara ini adalah negara Hukum dan segala sesuatu nya sudah diatur. Jadi nggak ada hubungannya àntara Pak Menteri yang disebutkan tadi dengan oknum staf L2Dikti dalam konteks tugas jurnalisnya. Dan apa yang dilakukan oleh oknum tersebut patut diduga sebagai tindakan PMH atau Perbuatan Melawan Hukum karena telah menghalangi tugas seorang Pewarta sebagai mana diatur dalam UU Pers No 40 tahun 1999,” tegas Ade.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor        : Indra Darmawan

Komentar

Headline