oleh

Ade Indra Chaniago :  Pemerintah Tu, Kalu Lum Biso Nyenangke , Idak Nyusahi Bae Jadilah…!!!

TRIBUNPOS PALEMBANG ꟷ Puluhan pedagang di Pasar Km 5, Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, Palembang, mengeluh karena lapak yang menghidupi mereka bertahun – tahun akhirnya digusur. Jum’at (10/07/20).

Berdasarkan keterangan Biro Operasional PD Pasar Palembang Jaya, H. Saiful pada awak media ini saat diwawancarai pada Kamis (09/07/20) mengatakan bahwa penggusuran/tutup pedagang di Pasar KM 5 tersebut berdasarkan laporan Kapolsek Kecamatan Kemuning karena arus lalu lintas mengalami kemacetan. Baca : https://www.tribunpos.com/berita-utama/biro-operasional-pasar-pedagang-kecil-digusur-karena-laporan-kapolsek-jalan-macet


Hasil investigasi awak media ini di Pasar KM 5 bahwa puluhan pedagang masih berkeinginan untuk tetap berjualan di sana, karena lapak yang berada diluar/halaman bangunan Pasar KM 5 tersebut mereka tempati dengan membayarkan sejumlah uang kepada pihak pengelola pasar. Penggusuran tersebut jelas mempengaruhi pemasukan bahkan berdampak mematikan usaha para pedagang kecil.

Pengamat sosial politik dari Stisipol Candradimuka, Ade Indra Chaniago  menyayangkan apabila penggusuran ini benar  benar terjadi besok, Sabtu (11/07/20). “ Para pedagang Kaki Lima yang menggelar dagangannya di pelataran halaman Pasar Km 5 menjadi bingung dengan aksi penggusuran lapak usaha mereka. Pedagang resah karena penggusuran tak disertai dengan relokasi usaha atau opsi tempat baru bagi mereka untuk tetap berdagang ”. Ungkap Ade pada  Jum’at (10/07/20) malam.

“ Mereka berjualan disitu hanya untuk bertahan hidup bukan mencari kesenangan hidup. Jangan alasan arus lalu lintas macet, mereka yang jadi kambing hitam. Polisi lalu lintas itu dibayar/gaji untuk mengatur lalu lintas agar tidak macet, bukan membuat macet arus hidup pedagang yang memang kecil,” imbuhnya.

Pemerintah tu, kalo lum biso nyenangke idak nyusahi bae Jadilah…!!! Karenanya Pemerintah harus Peka bukan Pekak, artinya harus punya senses of belonging dan senses of crisis, sehingga bijaksana bukan bijaksini dalam mengambil keputusan,” tandasnya.

 

Wartawan : M Faiq Edra/Nandoe

Editor : Indra Darmawan

 

 

Komentar

News Feed