oleh

Jelang Konferwil, Bursa Calon Ketua NU Sumsel Memanas, Cak Amir Digadang Calon Kuat

PALEMBANG – TRIBUNPOS.COM I Nahdlatul Ulama Wilayah Sumsel akan segera berganti tampuk kepemimpinan pada Konferwil ke-22 tanggal 18-19 Januari besok di OKI. Bursa calon pimpinan baru pun mulai memanas. Hingga saat ini sudah ada 3 nama yang disebut calon kuat sebagai Ketum PWNU Sumsel untuk periode mendatang.

Menurut informasi yang dihimpun Tribunpos.com, 3 calon kuat Ketum PWNU Sumsel itu yakni KH Amiruddin Nahrawi (Cak Amir), Gus Syarif Mudarris, dan Hernoe Roesprijajdi. Ketiganya memiliki kemampuan di bidang masing-masing yang akan memberi warna pada NU Sumsel.

Di tengah ramainya pembicaraan bursa ketua umum NU Sumsel itu. Kini muncul satu nama yang digadang-gadang calon kuat dari tiga nama yang muncul.

KH Amiruddin Nahrawi merupakan salah satu nama yang mulai muncul di kalangan kyai. Beliau disebut-sebut sebagai calon pengganti ketua umum yang lama.

“Iya, memang Cak Amir (KH Amiruddin Nahrawi ) calon kuat. Semua juga sudah tahu,” kata kader muda NU yang enggan disebutkan namanya kepada Tribunpos.com, Kamis (16/01/2020).

Cak Amir selama ini memang menjadi salah satu kader terbaik NU yang menjadi pusat perhatian banyak tokoh, mengingat kyai yang dekat dengan Gusdur semasa hidup ini, dinilai tepat menakhodai NU Sumsel mendatang.

“Saya kira Cak Amir cocok lah. Tak usah diragukan lagi cara kepemimpinannya,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut KH Amirudin Nahrawi mengatakan bahwa itu merupakan dukungan dan doa dari banyak kader dan para kyia, yang tentunya menambah semangat dirinya untuk terus mengabdi.

“Alhamdulillah itu kepercayaan dan doa dari teman-teman dan para kyia-kyia. Terimakasih terus doakan saya,” ucap Cak Amir kepada Tribunpos.com, Kamis (16/01/20).

Menurut Cak Amir, mengutip dari perkataan Gusdur, jabatan ketua itu pertama harus punya uang, kedua keberanian, dan ketiga harus bisa bergeining posisi yang bagus.

“Yang jelas ketua itu harus bisa menghidupi organisasi, bukan mencari hidup di organiasasi,” ungkapnya.

Mengenal Sosok KH Amiruddin Nahrawi

KH Amiruddin Nahrawi saat ini dipercaya Gubernur H. Herman Deru menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama, mengatur hubungan baik dengan para tokoh lintas agama, dan pondok pesantren se- Sumsel.

Cak Amir merupakan akademisi yang sebentar lagi akan mendapat gelar doktor dari PTIQ Jurusan Ilmu Tafsir Alquran. Pada 1996-1998 ia terpilih sebagai Ketua NU Palembang. Semasa Gusdur hidup, Cak Amir dinilai sangat dekat dengan Gusdur.

Di dunia politik, kyai yang dekat dengan semua kalangan ini, pernah menjadi anggota DPRD Kota Palembang dan anggota DPRD Provinsi Sumsel.

Ia juga pernah menjabat Ketua PKB Kota Palembang pada 1998-2000, serta Ketua PKB Sumsel Babel pada 2000-2005. Di DPP PKB pada 2005-2010 zamannya Muhaimin Iskandar, Cak Amir dipercaya ikut menjadi pengurus pusat.

Di PBNU sendiri, Cak Amir didaulat sebagai Bendahara Lembaga Dakwah 2016-2020. Sedangkan di Majelis Ulama Indonesia, Kyai lintas agama ini dipercaya sebagai Ketua II MUI Sumsel.

Kemudian sekarang ia dipercaya juga sebagai Ketua IKA PMII periode 2019-2024. (Red/Kaka)

Editor: Sandi Pusaka Herman

 

Komentar

News Feed