oleh

97% Warga Binaan Lapas Kelas II B Sekayu Sudah Divaksin Covid Dosis I, Ini Kata Kalapas Gultom

Laporan: Siti Fatimah/ Wartawan Tribunpos Muba, Sumsel

TRIBUNPOS, SEKAYU — Sebanyak 97 % warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sekayu, sudah mengikuti vaksin covid-19 dosis I.


Kepala lembaga pemasyaratan kelas II B Sekayu Jhonny H. Gulthom mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mendukung penuh program pemerintah dalam menyukseskan vaksinasi untuk warga binaan pemasyarakatan.

“Saat ini sudah 97% WBP sudah disuntik dosis 1 dan ada sekitar 3% WBP yang belum vaksin sama sekali, karena terkendala NIK, isolasi mandiri, dan sebagainya,” ujar pria yang akrab disapa bang Gulthom Ketika dibincangi awak media Rabu (03/11/21)

Gultom menjelaskan, perampungan vaksinasi dosis 1 dan 2 akan dilaksanakan pada tanggal 08 November mendatang.

Dikatakannya, pihaknya juga telah menggelar koordinasi dengan pemerintah kabupaten Musi Banyuasin dalam hal ini Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Balai Agung terkait percepatan vaksinasi warga binaan.

Selain membahas evaluasi vaksin yang sudah dilaksanakan, juga disampaikan kendala-kendala yang menghambat proses vaksinasi Covid-19.

Ia pun mengakui, dalam pelaksanaan proses vaksinasi memang cukup lambat, mengingat kondisi Lapas sudah overkapasitas sehingga Puskesmas Balai Agung juga kesulitan, karena harus membagi vaksin dengan baik.

Meski begitu, pihaknya telah memberikan solusi dengan mendatangkan pihak Disdukcapil, bagi nama-nama yang tidak bisa di-entry atau tidak punya NIK tetap bisa mendapatkan vaksinasi covid-19 dosis 1.

“Kami berharap bisa segera terealisasi target vaksinasi 100 persen,” ucap Gultom ketika ngopi santai bersama pengurus PWI.

Di tempat yang sama, ketua PWI Muba Herlin Koisasi, mengapresiasi kinerja Kalapas Kelas II B Sekayu dalam percepatan vaksinasi terhadap warga binaan, untuk meningkatkan imunitas agar para warga binaan terhindar dari wabah Covid-19.

“Semogah kinerja Kalapas Sekayu dapat menjadi percontohan di berbagai daerah lainnya.” kata Herlin singkat menutup obrolan. (red/siti)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline