oleh

Harapan Nenek Buta Miskin di Empat Lawang Akhirnya Terkabul, Bupati Joncik Hari Ini Akan Berkunjung

Liputan wartawan Tribunpos, Kurniawan, Empat Lawang, Sumsel

TRIBUNPOS, EMPAT LAWANG | Berkat kesabaran dan doa yang tak hentinya dilantunkan, nenek buta miskin Rismawati (62) yang harus hidupi kedua putranya yang gila, akhirnya mendapat perhatian Bupati Empat Lawang.


Menurut informasi yang diterima tribunpos.com, Selasa hari ini, (09/03/2021) Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad akan meninjau langsung kondisi warga miskin di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi tersebut.

Dalam pres rilis yang sudah beredar, Bupati Empat Lawang didampingi Kadis Perkim, Kadis Dinsos, Kadis Kesehatan, Kadis Dukcapil dan Camat Ulu Musi akan memberikan Bantuan Sosial dan Bedah Rumah untuk nek Risma.

Rencana kunjungan Bupati dijadwalkan sekitar pukul 09.00 Wib sampai dikediaman nek Risma.

Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman, Suan Amri ketika dikonfirmasi membenarkan adanya jadwal kunjungan Bupati hari ini.

“Ya benar jadwal besok (Senin, 8 Maret 2021 hari ini) pak Bupati akan ke Ulu Musi untuk melakukan pemberian bantuan dan Bedah Rumah kepada Nenek Rismawati,” ujar Suan Amri kepada tribunpos.com.

Senada Kepala Dinas Pencatatan Sipil, Peterson Okki Bial juga membenarkan rencana Bupati hari ini. “Iya memang jadwalnya kesana, tapi silakan tanya ke Dinas Kominfo untuk lebih jelasnya,” ujarnya.

Untuk sekedar diketahui, sehari-hari nek Risma hidup bersama kedua anaknya, hanya mengandalkan bantuan para tetangga.

Kondisi fisiknya yang buta akibat dari penyakit katarak yang sudah lama dideritanya, membuatnya tak mampu lagi untuk mencari nafkah.

Sejak sepeninggal suaminya 6 tahun silam, nek Risma harus menjalani sisa hidupnya dan merawat dua putranya, Doni (35) dan Engga (40) yang gila.

Tidak ada lagi yang memberikan mereka nafkah. Bekerja pun tak kuat, lantaran kondisi fisiknya yang sudah uzur dengan mata yang buta, membuatnya tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Beruntung para tetangga rela berbagi kasih dengan nek Risma dan kedua anaknya yang gila. Walau tidak setiap hari, para tetangga bergantian memberikan bantuan makanan kepada keluarga nek Risma.

Saat Tim Tribunpos.com menyambangi kediamannya, tangis nek Risma pecah sambil bercerita tentang keadaanya yang sudah uzur dengan segala kesusahan hidupnya.

“Pernah dapat bantuan sembako dari pemerintah tapi sekarang dicoret,” ucapnya sambil meneteskan air mata di hadapan wartawan, Kamis (04/03/2021).

Di waktu berbeda, Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Padang Tepung, Meliyani menerangkan, Nek Wati dulu memang pernah dapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 200.000 perbulan. Namun untuk sekarang sudah tidak.

Sedangkan untuk PKH, dijelaskan Meli, memang nek Risma tidak dapat PKH dikarenakan tidak ada anak sekolah.

“Tahun ini belum dapat bantuan karena KTP dan KK tidak Valid, namun kedepannya akan diusulkan agar dapat BLT Dana Desa,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada tribunpos.com.

Meli mengutarakan, menurutnya pemerintah sudah melakukan tugasnya, ini lah yang sementara ini bisa dilakukan pemerintah baik desa maupun dari TKSK.

Pertanyaan kita semua, apakah yang dilakukan pemerintah sudah cukup jika melihat dari keterangan koordinator TKSK tersebut? Silahkan menilai sendiri. (Red-TP)

Editor Berita: Pusaka Sandi Herman Timur

Komentar

Headline