oleh

Setidaknya Kau Kirim Bayang Wajahmu

-Literasi-33 views

Setidaknya Kau Kirim Bayang Wajahmu

Di kedai – kedai anggur jalanan, kapan ku kan memuji? Karena kemabukan dan kesadaranku sama semua, sama sebagai pujian..!


“Di sana, tak seorang pun menerima uang logam kebajikan, keshalihan, dan penolakan diri. Mata uang yang baik di jalan itu hanyalah pengemis. Tak seorang pun selain pemabuk yang tahu rahasia – rahasia kedai..!”

“Bagaimana bisa seorang yang sadar menyingkapkan rahasia – rahasia jalan itu?”

*Segera kujumpai bayang – bayang kecerdasan kedai itu. Ku nyatakan karya yang lain dari milik mereka tak lain hanyalah fabel..!!!

Adakah kau ingin wisata dipandu ke Mekah Cinta? Datanglah, duduk di kedai, karena perjalanan ke Arab adalah jauh dan menjenuhkan.

Semula mereka menolakku masuk di kedai anggur, maka ku pergi ke biara hati, dan temukan sekeping pintu terbuka, tapi, ku dengar sealun suara dari dalam kedai sambil menangis,” Wahai Pencinta… Bukalah pintu untukmu sendiri, karena gerbang kemabukan senantiasa terbuka…!”

“Setidaknya kau kirim bayang wajahmu agar jiwa ini tenang meskipun tubuh tak berdaya..!!!”

Sumatera Barat, 24 Juni 2012

@Indra Darmawan

Komentar

News Feed