oleh

Harumannya Membuatku Kepayang

-Literasi-27 views

Harumannya Membuatku Kepayang

Aris Rinaldi

“Aku pernah bermimpi tentang gurat bayang itu, aku juga pernah lupa jalan pulang karena garis bayang itu..!”

“Aku sadar kalau kau hanya sebatang pohon kecubung yang selalu memabukkan jika di hinggapi..!”

“Tapi mengapa aku terbuai oleh aroma itu..???

“Aroma getahmu getarkan jiwa buat tubuh lunglai tak berdaya.
Ku terbius oleh aromamu, aku tau pasti itu sangat membuatku kepayang”.

Mimpi itu pernah jadi nyata walau sesaat, sebelum akhirnya haruman getahmu itu membuatku melayang ke langit ke tujuh.

Terobsesi alam khayal yang menarikku semakin dalam dan kian dalam pada palung kepayang.

Tumbuh hasrat di hati ingin menanam dan merawat pohon kecubung itu di sudut rumahku yang berantakan.

“Walau aku tau ada burung elang yang yang tak suka karena aku pinjam sisi kiri sangkarnya tuk kujadikan tempat bersandar batang kecubung itu
supaya tidak roboh dan mati layu”.

Gurat bayang itu sekarang sudah sirna, tinggalkan kelam malam tak bertepi, tersisa luka yang menganga.

Terlalu manis bila mengingat haruman aroma itu hingga jika tak ada bunga yang sewangi dan semerbak aromanya melebihi bunga kecubung itu.

“Aku tau semua hanya ilusi dan fatamorgana…!!!
Ohhh bias bayang janganlah kau ingat kan aku lagi dengan kenangan itu..!
Terlalu banyak yang tersakiti, terlalu banyak pohon kasturi yang harus aku tebangi dan korbankan…!

“Biarkan semua jadi kenangan, biarkan semua jadi kenangan yang abadi…!”

Ketua LPJD Mesuji, Wartawan, Penggiat Sosial

Komentar

News Feed