oleh

Klarifikasi Soal Dugaan Ijazah Palsu

-Lampung, Mesuji-248 views

TRIBUNPOS MESUJI , LAMPUNG – Terkait berita yang dipublikasikan https://www.tribunpos.com/tribun-pendidikan/begini-jawaban-l2dikti-palembang-terkait-dugaan-ijazah-palsu-kadis-p2kb-dan-p3a-mesuji , berdasarkan penelusuran tim , untuk mengetahui ijazah itu asli atau tidaknya dan terdaftar cukup lihat dan cocokan NIMnya saja, sesuai yang dikatakan oleh pegawai Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2DIKTI) Wilayah II yang beralamatkan di Jl. Srijaya No. 883, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Palembang, Sumatera Selatan, 30153 pada hari, Rabu (26/08/20).


Seperti yang kita tau, salah satu cara mengecek keaslian suatu ijazah haruslah kompleks dan benar seluruh isi datanya agar memudahkan kita untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lain ataupun ke dunia pekerjaan terlebih lagi untuk ijazah di jenjang pendidikan strata satu ( S1) karena jika hanya NIM menjadi patokannya maka akan menimbulkan celah bagi oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu contoh temuan yang terindikasi menggunakan ijazah palsu yakni ibu Herawati S, SKM yang baru dilantik sesuai dengan surat Keputusan Bupati Mesuji Nomor : 821/731/V.03KPTS/MSJ/2020 pada tanggal 18 juni 2020 menjadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KB/P3A) Kabupaten Mesuji Lampung.
Herawati diduga menggunakan ijazah palsu, dikarenakan adanya perbedaan data yang ada dengan data yang ada di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Ditemukan ada beberapa perbedaan data, data ijazah yang terdaftar di Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat Widya Dharma Palembang, akan tetapi setelah di cek di sekolah tinggi tersebut ternyata Sekolah Tinggi Kesehatan Widya Dharma Palembang sudah di TUTUP dan akhirnya dikonfirmasi ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah II. Setelah di bandingkan, ada perbedaan yang sangat signifikan dengan data yang ada dengan di L2DIKTI seperti Nama dan Tempat Tanggal Lahir dan Tahun kelahiran yang sangat berbeda, hanya NIM yang sama.

Kalo nama dan tanggal lahir itu kemungkinan bisa saja salah pengetikan, yang terpenting NIMnya saja yang sama, jelas pegawai L2DIKTI pada awak media.
Tidak hanya disitu saja, kejanggalannya, tiba-tiba seorang ibu paruh baya datang dan menghampiri , dan menyodorkan HP, menujukan photo ijazah yang diduga ijazah yang ditunjukkan tersebut hasil japrian dengan Herawati, lalu salah satu awak media bertanya kepada staf L2 Dikti, ibu yang tiba-tiba datang tadi itu siapa.??? yang menyodorkan ijazah melalui HP tadi, tanya salah satu wartawan, apakah staf kantor sini (L2Dikti), bukan- bukan saya tidak kenal kata staf pelayanan terpadu L2dikti. lantas siapa???

Ditambah lagi saat salah satu wartawan saat mengambil video dokumen, baru durasi video beberapa menit langsung dicegah dan disuruh hapus video tersebut, ya benar saya baru menggambil video langsung dicegah dan suruh hapus video tersebut, saya berhenti lalu saya berikan HP nya ke pihak staf pelayan terpadu L2Dikti video tersebut silahkan ibu hapus sendiri, kata salah satu warawan pada staf pelayanan terpadu L2dikti.

Imbuhnya Saya mau keluar dari ruang tiba-tiba dihampiri satpam, lalu melontarkan kata, yang menghapus video bapak tadi, itu masih ponakan Tito Karnavian kata satpam yang piket, entah apa tujuan satpam tersebut.???
Kami meminta kepada penegak hukum usut tuntas terkait ijazah Herawati S,SKM diduga ijazah Palsu dan merugi pihak pihak tertentu.


Klarifikasi pemberitaan 31/08/2020 Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KB/P3A) Kabupaten Mesuji Lampung, Herawati S, SKM mengatakan” ijazah yang kemaren sempat di beritakan sudah saya klarifikasi dengan pihak TRIBUNPOS dengan menunjukkan bukti – bukti bahwa saya benar – benar kuliah di Sekolah Tinggi Kesehatan Masyarakat Widya Dharma Palembang. Adapun soal kesalahan terdapat perbedaan tanggal bulan tahun dan tempat lahir itu sudah di perbaiki pihak kampus dan sudah saya laporkan ke L2DIKTI Palembang. Jadi sudah tidak ada persoalan lagi soal ijazah saya, ujarnya.


“Saya ucapkan terima kasih kepada krue tribun pos baik yang di Mesuji dan di Palembang sudah menerima klarifikasi saya. Saya berharap kedepan tidak ada lagi pemberitaan terkait ijazah saya. Sekaligus saya meminta kepada tribun pos untuk tetap objektif dalam memberitakan dan sebelum di muat ada baiknya konfirmasi terlebih dahulu sebelumya,” tutupnya.

Wartawan : Tim Tribunpos

Komentar

Headline