oleh

Kenapa Relawan Pembawa Senpi Laras Panjang Milik Polisi Belum Diproses Hukum?

-Kasus, Kerawang-65 views

TRIBUNPOS KARAWANG ꟷ Wajar jika publik banyak bertanya kenapa kasus relawan calon bupati petahana Karawang Cellica Nurachadaia, inisial TB, sampai saat ini belum ada endingnya. Malahan yang terjadi, usai diperiksa kepolisian, TB, disebut-sebut masih bebas keluyuran tanpa ada sanksi hukum.

Padahal akibat hal ini, kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian, terutama di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kian tak tentu arah. Bagaimana tidak, sebab publik menilai bahwa kasus model begini seharusnya pelaku terancam dengan pasal 1 ayat (1) UU No 12 tahun 1951 tentang UU Darurat, dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun penjara. Tapi realitanya, sampai hari ini tindakan polisi atas kasus yang sudah viral tersebut baru sebatas melakukan pemeriksaan dan interogasi.


Jika berkaca pada kasus serupa seperti ini, memang seharusnya, TB, diamankan. Contoh kasus misalnya yang pernah terjadi di wilayah Sentani Kabupaten Jayapura. Seorang warga sipil berinisial TS (29) diamankan petugas keamanan, karena kedapatan membawa senjata api atau senpi milik seorang anggota Polres Pegunungan Bintang, Papua.

TS ditangkap Polsek Sentani, Senin malam, 18 November 2019, pukul 20.30 Wit. Pelaku ditangkap di salah satu tempat karaoke di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, setelah Polisi menerima laporan dari karyawan tempat karaoke tersebut.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan satu pucuk senjata api jenis Revolver yang merupakan milik anggota Polri, LW (26), yang belakangan diketahui masih masih ada hubungan keluarga dengan TS. Namun Ending kasus, polisi menjelaskan bahwa kasus ini merupakan kelalaian LW (26) selaku anggota Polri, pelaku TS (29) mengaku membawa senjata api tersebut hanya untuk gagah-gagahan meski senjata yang dipegang pelaku tidak ada amunisinya/pelurunya.

Kembali ke kasus TB di Karawang. Awal mula kasus terjadi dari temuan unggahan di media sosial di Karawang. Kala itu jagad medsos dihebohkan sebuah video salah seorang warga sipil yang memakai atribute Relawan Teh Celli (RTC), yang diduga membawa Senjata Api Laras Panjang jenis AK-47 di Kampung Kalen Sinem Desa Situdam Kecamatan Jatisari.

Dalam video yang berdurasi 18 detik tersebut, warga sipil yang diketahui berinisial TB alias Tubagus yang berasal warga Desa Mekarsari Kecamatan Jatisari Karawang memperlihatkan sebuah senjata api Laras panjang diduga jenis AK-47.

“Kepada para relawan Cellica yang mau hadir di tunggu yah di acara ini. Pengamanan sudah safety ketua,” kata TB dalam video viralnya yang berdurasi 18 detik itu.

Viralnya video tersebut, kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Saat itu, menjabat Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wichaksana yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp-nya membenarkan, pihaknya kini sedang mendalami kasus seorang warga sipil yang viral dalam video singkat memegang senjata api Laras panjang jenis AK-47. “Iya mas kita lakukan penyelidikan dan pemeriksaan,” katanya.

Disinggung terkait motif yang dilakukan oleh TB, pihaknya masih mendalami hal tersebut dengan mengintrogasi pria berinisial TB itu. “ Masih kita dalami Mas,” singkatnya.

Ditemui di Polres Karawang, TB alias Tubagus (39) yang merupakan ketua RTC Jatisari mengaku senjata laras panjan yang di bawanya merupakan senjata milik Anggota Brimob Detasemen C Polda Jabar, yang tengah mengamankan proyek pengurugan di Kampung Sadang Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari.

“Karena anggota Brimob itu dekat dengan saya, saya kagum dengan anggota Brimob itu dan saya ingin foto foto selfi doang jadi ga ada maksud apa-apa. Nah, malamnya kan ada acara karaoke yang diselenggarakan RTC di sekitar lokasi pengurugan dan kebetulan saya pakai lahan tersebut untuk kegiatan hiburan masyarakat,” kata TB.

TB mengungkapkan foto tersebut hanya untuk konsumsi internal RTC karena tidak ada arahan ataupun mengarah kepada siapapun. “Ya jadi saya hanya minjam saja (laras panjang AK-47, red) untuk foto-foto selfi dan untuk menyuruh para relawan saja untuk datang ke acara,” ungkapnya.

Diakui TB pembuatan video itu juga hanya guyonan saja dan hanya untuk konsumsi internal saja, tapi disalah gunakan dan disebarluaskan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Saya gak ngerti itu jenis senjata apanya yang saya pinjam dari anggota Brimob, cuman waktu saya foto-foto selfie tersebut, anggota brimobnya juga ada di sebelah saya. Saya pinjam untuk foto dan saya serahkan kembali ke anggota Brimob itu,” tuturnya.

Selain itu, TB sempat meminta maaf melalui video pendek. Namun usai permintaan maaf itu, polisi tetap belum melakukan tindakan atas kelalaian anggota polisi ini, tidak terkecuali terhadap TB.

Wartawan : Voy/Syaiful Jabrig

Editor         : Liz Chaniago

Komentar

Headline