oleh

Diduga Anggota BPD Desa Gunung Sakti, Menghamili Istri Warga Desa Tetangga

TRIBUNPOS BENGKULU SELATAN – Berhembus isu yang sangat santer bahwa seorang Anggota BPD di berbagai media sosial yang telah menghamili isteri warga Desa tetangga yang berinisial Ay. Menurut kabar usia kandungan Ay sudah berada di tujuh bulan kurang lebih.

Dan karna ini baru isu di masyarakat dan medsos akhirnya Tribun Pos Bengkulu Selatan langsung konfirmasi dengan ketua BPD Desa Gunung sakti pada Senin 25/01/2021. Ketua BPD membenarkan bahwa isu itu memang betul, dan ketua BPD Gunung Sakti pun menanyakan langsung guna minta kejelasan mengenai tentang anggotanya berinisial Iw mengenai isu itu. Iw pun tidak banyak komentar. ” Saya tinggal pasrah”, jelas Toni menirukan kata Iw kepada Tribun Pos Bengkulu Selatan.


Masih kata Toni, mungkin dalam waktu dekat ini saya sebagai ketua BPD dan anggota BPD lainnya akan melakukan pemanggilan terhadap Iw guna untuk minta kejelasannya yang lebih detail dan akurat. ” Maka dari itu saya dan seluruh anggota BPD Gunung Sakti akan melakukan pemanggilan terhadap Iw tersebut,” ujar Toni.

Ditempat terpisah, hari yang berbeda pun Tribun Pos Bengkulu Selatan langsung konfirmasi dengan kepala BPMD Bengkulu Selatan, Hamdan Sarbaini melalui handphonenya tentang kebenaran kasus dugaan Anggota BPD yang di isukan warga telah menghamili isteri warga Desa tetangga.

Hamdan Sarbaini menjelaskan, untuk hal ini, memang betul dari ketua BPD Desa Gunung Sakti datang kekantor, namun kedatangan itu hanya sebatas konsultasi bukan negatif lain. Namun ketika Tribun Pos Bengkulu Selatan konfirmasi langsung bagaimana tindak lanjut proses itu, Hamdan menjelaskan kepada Tribun Pos Bengkulu Selatan kalau itu saya selaku kepala BPMD untuk itu saya tidak mau bertindak gegabah, disisi lain masalah ini belum ada laporan resmi baik dari ketua BPD dan dari masyarakat dan lembaga adat.

“Jadi bukan saya selaku kepala BPMD tidak peduli dalam hal ini, namun kami dari BPMD tetap akan memantau kasus ini, dan jika itu betul terjadi kami dari BPMD akan memprosesnya, setelah itu di proses berkas itu akan di limpahkan kepada dinas Inspektorat. Dan saya yakin kalau bukti itu jelas, kalaupun yang bersangkutan tidak mau mengakuinya padahal itu perbuatan dia bisa saja nanti, kalau bayi itu sudah lahir, bisa di tes DNA untuk membuktikan kebenaranya dan saya yakin kalau itu nanti terbukti, isu itu pasti ada sanksinya,” jelas Hamdan.

Wartawan : Hamdani

Komentar

Headline