oleh

Tahanan Narkoba Polsek Medan Timur Meninggal di RS Bhayangkara 

TRIBUNPOS MEDAN –Tahanan narkoba Polsek Medan Timur berinisial ES (40) warga Jalan Sering Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung meninggal di RS Bhayangkara Medan akibat bisul di badannya, Minggu (18/10) pagi lalu.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu ALP Tambunan kepada wartawan Minggu sore mengatakan, sebelum tersangka yang ditangkap petugas pada 29 September 2020 itu meninggal, sebelumnya almarhum sudah mengeluh sakit.

“Jumat (15/10) sekira pukul 20.00 WIB, piket penyidik pembantu kita mendapat taruna dari kepala jaga tahanan, Erwin Sinulingga yang menyebutkan ada seorang tahanan lagi sakit. Mendapat informasi tersebut penyidik pembantu menghubungi penyelidik yang sedang berada dikantor guna membawa tahanan itu ke RS Bhayangkara Medan,” ujarnya pada wartawan, Selasa (20/10/20).

Penyelidik sambungnya, langsung membawa tersangka yang mengalami demam tinggi itu ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, tahanan diperiksa oleh dokter. Usai diperiksa, dokter menyatakan jika tersangka mengalami demam lantaran bisul yang ada di badannya. “Dokter kemudian memberikan obat kepada tahanan tersebut dan mengatakan tidak perlu ES dirawat inap. Selanjutnya penyelidik membawa kembali tersangka ke tahanan ke Polsek,” terangnya.

Lanjut Kanit,” Sabtu (17/10) sekira pukul 19.30 WIB, piket penyidik pembantu Briptu Astri Risma mendapat keluhan dari tahanan ES bahwa ia kembali merasakan sakit di badannya. Piket kemudian mengatakan kepada piket penyelidik untuk membawa tersangka ke RS Bhayangkara. Petugas lantas membawa tersangka ke tumah sakit.
Dokter mengatakan jika bisul di badan ES semakin banyak dan membesar. Selanjutnya dokter memberikan obat kepada tahanan itu, dan selanjutnya ES kembali dibawa ke Mapolsek,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Kanit, Minggu sekira pukul 09.00 WIB piket penyidik pembantu mendapat informasi dari piket penyidik Bripyu Ghazy bahwa ES kembali sakit. Tersangka kembali dibawa ke RS Bhayangkara untuk karena demam tinggi dan susah bernafas, serta sudah keluar kotoran darah dari badannya.

“Setibanya di rumah sakit tersangka tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke ruangan IGD guna dilakukan pemeriksaan. Sekira pukul 09.39 WIB, dokter menyatakan tersangka ES telah meninggal. Kita kemudian mengabari keluarga tersangka dan menyerahkan jasadnya guna dimakamkan,” pungkasnya.

Wartawati : Sri Sundari

Editor         : Liz Chaniago

Komentar

News Feed