oleh

Serius Memberantas Narkoba , Lury Elza Alex Apresiasi Kapolda Sumsel

TRIBUNPOS PALEMBANG – Direktur Eksekutif LEA Foundation, Lury Elza Alex memberikan apresiasi setingginya kepada Kapolda Sumsel atas terselenggaranya terobosan program pengakuan dosa kepada para anggota kepolisian yang selama ini menggunakan barang terlarang narkoba.

Dirinya melihat apa yang dilakukan oleh Kapolda sebagai bentuk keseriusan memberantas penyalahgunaan narkoba disemua sektor bukan hanya masyarakat tetapi juga lembaga negara termasuk kepolisian.


“Apa yang dilakukan oleh Kapolda Sumsel adalah sebuah terobosan yang luar biasa. Kita tahu bersama bahwa potensi aparat kepolisian menyalahgunakan barang terlarang tersebut sangat besar. Apalagi saat melakukan temuan. Namun apa yang dilakukan oleh Kapolda adalah sebentuk komitmen bahwa sebelum mereka memberantas narkoba, terlebih dahulu internal kepolisian dibersihkan” ujar Lury.

Lury juga mengapresiasi anggota kepolisian yang berani mengakui dirinya menggunakan narkoba.

“Selain Kapolda, saya juga mengapresiasi 240 anggota kepolisian yang mengakui bahwa dirinya menggunakan narkoba. Dan tentu polisi-polisi ini akan direhabilitasi sehingga dapat kembali menjalankan aktivitasnya sebagai polisi secara profesional” tambah Lury.

Lury yang juga pernah menjadi Duta Anti Narkoba ini, sangat konsen terhadap pemberantasan narkoba khususnya di Sumatera Selatan.

“Saya yakin apa yang sudah dilakukan Kapolda bisa menjadi pilot project dalam rangka pencegahan dan pemberantasan narkoba pada tatanan yang lebih luas di masyarakat.” Pungkas Lury.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri menggagas sebuah program bagi internal kepolisian di Sumsel yakni program pengakuan dosa. Program tersebut ditujukan untuk para anggota kepolisian yang menggunakan narkoba untuk mengakui kesalahannya.

Program ini digagas oleh Kapolda sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas penyebaran narkoba khususnya di Sumatera Selatan.

“Kapolda menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar membuat surat pengakuan dosa secara sadar, siapa saja yang terlibat narkoba. Namun, untuk yang tidak membuat akan diberikan tindakan tegas jika nanti tertangkap,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi.

Sejak program itu disampaikan pada 15 Juni 2020 lalu, Supriadi mengatakan, sudah cukup banyak anggota polisi yang memanfaatkannya. Pengakuan itu disampaikan melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda secara langsung. Mereka yang sudah mengakui kesalahannya tersebut selanjutnya akan dilakukan pendataan untuk mengikuti proses rehabilitasi.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor : Indra Darmawan

Komentar

Headline