oleh

Sat Brimob Polda Banten Buat Jembatan Bambu Akses Sementara Korban Banjir di Lebak

LEBAK-TRIBUNPOS.COM |  Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda 30 Desa, 6 Kecamatan di Kabupaten Lebak awal tahun 2020 lalu menyebabkan 30 unit jembatan penghubung antar desa putus dan sekitar 2913 KK harus mengungsi.

Personil Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Banten dibantu oleh warga membuat jembatan gantung sebagai akses jalan sementara yang menghubungkan antara Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kec. Sajira, Kab. Lebak (12/01/2020).

Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Dedi Suryadi mengatakan bahwa personil Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Banten dibantu dengan warga membuat jembatan gantung yang panjangnya sekitar 75 meter yang melewati Sungai Ciberang.

“Ya, karena cuaca sedang tidak hujan dan debit air tidak naik (normal-red) hari ini personil Sat Brimob Polda Banten dibantu dengan warga membuat jembatan gantung dari bambu sebagai akses jalan sementara”, terang Dansat Brimobda Banten.

Lanjut Dedi, “Tujuan dibuat jembatan ini agar memudahkan warga untuk melakukan aktivitasnya kembali dan memudahkan petugas untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak banjir.”

Yadi (45) salah seorang warga Desa Sukarame merasa senang dengan dibuatnya jembatan gantung antara Desa Sukarame dan Desa Sukajaya oleh personil Sat Brimob Polda Banten.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah membuat jembatan gantung. Saya jadi bisa aktivitas lagi”, ucapnya

Senada dengan Yadi, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi S.Ik.,M.H, juga mengatakan bahwa warga merasa senang dan sangat terbantu dengan dibuatnya jembatan gantung oleh personil Sat Brimob Polda Banten.

“Warga merasa senang dan sangat terbantu dengan jembatan gantung yang dibuat oleh personil Sat Brimob Polda Banten, karena mereka dapat beraktivitas kembali untuk meningkatkan perekonomian keluarga”, Kabid Humas Polda Banten. [Red/HMS/Polda Banten]

Komentar

News Feed