oleh

AS Tolak Klaim Cina Atas LCS

TRIBUNPOS WASHINGTON DC –  Dilansir dari keterangan resmi yang dirilis Deplu AS, Selasa (14/7), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menolak klaim Cina atas sumber daya alam di lepas pantai Laut Cina Selatan (LCS).

Diketahui Amerika serikat sudah lama menentang klaim teritorial Cina di LCS, dibuktikan dengan rutinnya Negara Super Power tersebut mengirimkan kapal perangnya untuk menunjukkan kebebasan navigasi di perairan LCS. Komentar keras Pompeo dari Gedung Putih memojokkan Cina dalam kontestasi penguasaan wilayah di LCS.

Beijing menggunakan intimidasi untuk menggerogoti hak berdaulat negara-negara pantai Asia Tenggara di Laut Cina Selatan, merisak akses mereka terhadap sumber daya lepas pantai, memaksakan kekuasaan unilateral, dan mengganti hukum internasional dengan yang kuat yang benar,” ujar Mike Pompeo dalam keterangan resmi yang dirilis Deplu AS, Selasa (14/7).

“Cina tidak memiliki dasar hukum untuk memaksakan kehendaknya di kawasan LCS secara sepihak. Beijing tidak punya landasan hukum untuk mengklaim “Sembilan Garis Putus-putus” (Nine-Dash Line) di LCS setelah resmi di umumkan pada 2009 lalu,” tegas Mike.

“Dalam keputusan yang diraih dengan suara bulat pada 12 Juli 2016, Mahkamah Arbitrase yang didasari Hukum Konvensi Laut 1982, dimana RRC juga anggota, telah menolak klaim maritim RRC akibat tidak memiliki landasan dalam hukum internasional. Mahkamah secara tegas berpihak pada Filipina, yang mengajukan kasus arbitrase ini, dalam hampir semua klaim,” urainya lebih lanjut.

Amerika Serikat menolak semua klaim di wilayah perairan sekitar Vanguard Bank (Vietnam), Luconia Shoal (Malaysia), perairan ZEE Brunei, dan Natuna Besar (Indonesia). “Setiap tindakan RRC mengganggu pengembangan perikanan dan hidrokarbon negara-negara lain di wilayah perairan ini ataupun melakukan tindakan serupa secara sepihak tidak dibenarkan secara hukum”. Tandas Mike.

RRC menurutnya tidak memiliki klaim teritorial dan maritim yang sah atas James Shoal sebuah unsur di bawah permukaan laut berjarak 50 mil laut dari Malaysia dan sekitar 1.000 mil laut dari pantai China. Joan Shoal sering disebut sebagai propaganda RRC sebagai teritorial Cina paling Selatan.

“Hukum internasional menegaskan secara jelas bahwa unsur di bawah permukaan laut seperti James Shoal tidak dapat diklaim oleh negara manapun dan tidak dapat dihitung sebagai zona maritim. James Shoal bukan dan tidak pernah menjadi wilayah hukum RRC dan oleh sebab itu Beijing tidak dapat menuntut hak maritim secara sah atas unsur tersebut”.

Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut Cina Selatan sebagai imperium laut mereka. Amerika berdiri bersama sekutu dan mitra Asia Tenggara akan melindungi hak kedaulatan atas sumber daya lepas pantai yang konsisten dengan hak dan kewajiban mereka di bawah hukum internasional,” tutup Mike. (Red-TP)

Editor : Indra Darmawan

Komentar

News Feed