oleh

ASDP Merak Bantah adanya Dugaan Biaya Adm Tambahan Pembelian Tiket Online

TRIBUNPOS.COM-Merak | Pengguna jasa penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni mengeluhkan adanya biaya administrasi tambahan pada setiap pembelian tiket kendaraan yang hendak menyeberang. Dari informasi yang diterima, pihak pengelola diduga memungut biaya tambahan sebesar kurang lebih Rp7000 rupiah.

Menurut sumber yang namanya minta dirahasiakan, para pengguna jasa tetap terkendala dengan pembelian tiket online karena adanya tambahan biaya tersebut.


Sumber menerangkan, jika menggunakan aplikasi melalui Hand phone (android) biaya admin hanya Rp 2000 rupiah. Sedangkan jika di bantu online di tolgate dikenakan biaya minimal Rp7000 dalam setiap transaksinya. Hal itu jelas memberatkan, kata sumber.

Lebih jauh ia menjelaskan, pengguna jasa pada situasi normal penyeberangan selama 12 jam bisa mencapai 4000 kendaraan.

“Itu artinya pertransaksi Rp2000 x 4000 unit kendaraan dalam 12 jam mencapai Rp 8.000.000. Kalau dikali biaya administrasi tambahan sebesar Rp7000 sudah berapa itu?” ujarnya.

Terkait hal tersebut, pihak ASDP Merak melalui Manager Usaha Pelabuhan, Tri Gustanto, membantah adanya pungutan tambahan tersebut.  Ia menegaskan bahwa biaya admin pertransaksi hanya Rp 2500.

“Untuk administrasi di ferizy.com berbiaya Rp 2500 rupiah,   kalau di Koperasi biaya adm juga Rp2.500. Sedangkan jika menggunakan HP sendiri, pembelian tiket online hanya dikenakan biaya adm Rp2500,” bantah Tri, saat di konfirmasi Tribunpos, Senin (6-4-2020).

Artinya, lanjut Tri, pengguna jasa diberi 3 pilihan cara untuk sistem pembelian tiket online. Namun demikian, kedepan pengguna jasa diharapkan memakai aplikasi ferizy.com.

“Sementara ini kalau pembelian yang dibantu oleh Koperasi di tolgate, dikenakan biaya adm Rp.2500, tidak benar itu sampai Rp7000 rupiah,” ungkap Tri Gustanto.

Untuk diketahui, bahwa 1 Mei 2020 pengguna jasa penyeberangan wajib menggunakan sistem tiket online. [red]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

Headline