oleh

Pendataan KPM Bansos Gubsu Desa Lahagu, Mengecewakan Warga

TRIBUNPOS NIASBARAT , SUMUT ꟷ Pendataan penerima bantuan sosial yang bersumber dari Gubernur Provinsi Sumatera Utara, di desa Lahagu di nilai menganak tirikan warga.

Pada hari selasa 26/05/2020 sejumlah wartawan, LSM dan Ketua Ormas AMPI kabupaten Nias Barat mendatangi desa Lahagu, kecamatan Mandrehe Utara, kabupaten Nias Barat, untuk memastikan informasi tersebut.


Sejumlah masyarakat meminta keadilan terkait pendataan penerima bantuan sosial dari provinsi yang di duga menganak tirikan warga dengan kata lain tebang pilih.

A.G warga setempat mengatakan,” pendataan penerima bantuan sosial dari provinsi tidak pernah melalui musyawarah oleh kades dan perangkat desa, sehingga dalam penyalurannya banyak yang tidak tepat sasaran”.

” Seperti kami lihat Perangkat desa menerima, relawan Covid-19 desa menerima, mahasiswa yang baru pulang kampung, bahkan orang yang sudah merantau dan tidak berdomisili di desa ini menerima, juga yang bukan warga dari desa ini menerima.” ungkapnya.

” seperti saya merasa bukan warga negara ini, kami bukan iri kepada penerima, jadi kami hanya ingin keadilan dalam pendataan itu, karena kami lihat ada yang menerima sampai 5 orang hanya satu kepala keluarga (KK), juga keluarga kades yang baru pulang dari kuliah dia menerima,” urainya.

Saat di konfirmasi kepada kepala desa Lahagu di ruang kerjanya mengatakan,” pendataan itu kami laksanakan sesuai apa yang telah di sampaikan, untuk data yang telah kami usulkan dari desa telah beda dengan data yang kami terima, bahkan ada nama yang sudah meninggal, yang kami sampaikan hanya 121 Kepala keluarga (KK) sementara keluar info dari kepala dinas sosial 167, jadi yang sekitaran 48 itu terpaksa kami data, tanpa kami undangkan rapat relawan dan masyarakat lainnya karena mendesak.” Jelasnya.

” Untuk kriteria kami telah di telpon dari Dinas Sosial bahwa yang bisa menerima adalah yang menerima PKH, Mahasiswa yang baru pulang, orang yang baru pulang kampung dari seberang, orang yang ada di desa kita walaupun tidak termasuk warga kita, bahkan anak saya yang baru pulang kampung dari kuliah dia menerima.” Terangnya.

Kontributor : Peringatan Gulo

Komentar

Headline