oleh

Orangtua Keluhkan Harga Buku Sekolah LKS yang Mahal, Lembaga Perlindungan Konsumen Kota Cilegon Angkat Bicara

CILEGON-TRIBUNPOS.COM | Di awal masuk semester sekolah, para siswa diwajibkan untuk membeli buku Lomba Kompetisi Siswa (LKS) dari tingkat SDN, SMPN bahkan SMA/SMK. Namun sayang, LKS tersebut masih dianggap terlalu mahal oleh kebanyakan orangtua siswa.

Hal tersebut disoroti oleh Direktur Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kota Cilegon, Luthfi Abdullah. Ia menilai, dunia pendidikan di Kota Cilegon dinilai membuat kebijakan yang membuat para orangtua siswa banyak mengeluh.

“Terkait mahalnya buku LKS, kami banyak mendapat keluhan para orangtua murid yang merasa keberatan harus mengeluarkan biaya untuk bayar LKS yang relative mahal tersebut. Nominalnya mencapai Rp.250 ribu sampai dengan Rp.600 ribu membuat orangtua murid keberatan,” kata Luthfi kepada awak media kemarin.

“Padahal kondisi ekonomi masyarakat Cilegon tidak semuanya baik,” imbuhnya.

Menurut Luthfi, kebijakan sekolah yang sepenuhnya dalam kendali dan kontrol Dinas Pendidikan tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk kegagalan Pemerintahan Kota Cilegon dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) khsususnya dalam dunia pendidikan.

“Miris sekali, di kota industri yang memiliki APBD kurang lebih 2 triliun, tapi kondisi masyarakatnya masih menjerit karena dibebankan bayar buku LKS. Walikota dan DPRD Kota Cilegon jangan tutup mata terkait persoalan ini,” tegasnya.

“Ini persoalannya dengan para pendidik yang telah mengikuti sertifikasi malah menagih rupiah buku LKS kepada murid. Tugas murid adalah belajar dan belajar, bukan dibebani agar bayar uang buku oleh para guru,” imbuh Luthfi.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada otoritas terkait yakni Dinas Pendidikan Kota Cilegon, segera melakukan evaluasi kebijakan yang membebani para orang tua siswa tersebut, dengan tidak mewajibkan para siswa membeli buku LKS. Terlepas kebijakan itu atas inisiatif sekolah, apalagi kalau itu merupakan instruksi dari dinas.

“Kita berharap Kepala Dinas Pendidikan yang baru, Bapak Ismatullah yang digadang-gadang sebagai putera daerah, agar mengevalusi seluruh kinerja di satuan kerjanya. Para orangtua murid diminta untuk menjadi saksi, mereka tidak berani ada kekawatiran anaknya akan tambah diintimidasi,” tandasnya. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed