oleh

Keluarga Korban Pungli Tsunami Banten 2018 Belum Terima Santunan dari Kemensos RI

SERANG-TRIBUNPOS.COM | Bencana Tsunami yang terjadi diakhir tahun 2018 lalu, masih meninggalkan duka yang mendalam yang dirasakan keluarga korban. Seperti yang dialami oleh keluarga besar bermarga Sinaga

Meski kehilangan 7 orang anggota keluarga yang dicintai, namun para ahli waris sampai saat ini belum menerima santunan dari Kementrian Sosial. Sebagaimana diungkapkan oleh Badia Sinaga selaku bagian dari keluarga korban.

“Sejauh ini ahli waris keluarga korban belum menerima santunan dari Kemensos RI, malah biaya pungli yang didapat, yang dilakukan oknum RSDP Serang, walau dikembalikan lagi,” ujarnya, Senin (20/1/2020).

“Saya mempertanyakan soal santunan ahli waris sampai Januari 2020 ini belum ada keluarga korban bermarga sinaga yang menerima,” tambahnya.

Selain itu, Badia juga menilai terdapat kejanggalan berupa diskriminasi dalam pemberian santunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Saya memandang ada kejanggalan di mana pada akhir Juni 2019, sebanyak 108 ahli waris dari 117 korban bencana tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang, Banten, mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos) masing-masing sebesar 15 juta. Penyerahan tersebut secara simbolis oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI, R Harry Hikmat. Tapi kenapa keluarga kami yang menjadi korban sampai saat ini ahli waris belum ada meneriama?, tegas Badia.

Bahkan meski pihaknya sudah mempertanyakan kepada Bupati Serang terkait persoalan ini, namun hingga sejauh ini belum ada respon.

“Jakson Sinaga orangtua dari korban tsunami bayi bernama Satria mengatakan saya sangat bersedih telah kehilangan putra satu-satunya saat terjadi tsunami Selat Sunda,” ucapnya.

Jakson Sinaga juga menuturkan kesedihannya, dan berharap kesedihannya itu tidak diperdalam dengan tidak adilnya pemberian santunan oleh pemerintah.

“Sedih karena saya harus kehilangan seorang anak. Tapi sampai saat ini saya dan keluarga yang lain belum menerima yang namanya santunan, kalaupun tidak dapat mestinya semua lah tidak dapat. Persoalan santunan ini saya serahkan kepada kakanda saya Badia Sinaga karena terkait oknum pungli tsunami beliaulah yang mengangkat ke publik sampai ada tersangka,” ungkapnya.

“Harapan saya dan keluarga, pemerintah tolonglah merasakan penderitaan kami, kalau memang santunan itu hak dari ahli waris tolonglah diberikan,” tandasnya. [red]

Penulis: Agung

Komentar

News Feed