oleh

Gizi Buruk Masih Tinggi di Kota Serang

KOTA SERANG, Tribunpos.com | Kasus gizi buruk terutama pada anak di bawah lima tahun masih tinggi di Kota Serang, Banten. Sampai April 2019, ditemukan 100 kasus gizi buruk, 10 orang meninggal dunia. Salah satu pemicunya yakni persoalan kemiskinan yang menyebabkan asupan gizi tidak seimbang.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Serang, untuk peta daerah rawan gizi buruk di Kota Serang masih sangat kuat di Kecamatan Kasemen dengan perlolehan penderita gizi buruk sebesar 30 orang dan sisanya terbagi-bagi ke seluruh daerah Kota Serang.

Kasus gizi buruk yang masih terus tinggi di Kota Serang, menjadi perhatian serius Walikota Serang, H. Syafruddin.

Ia mengatakan, penderita gizi buruk harus ditangani dengan baik. Apabila tidak, maka kondisi kesehatan penderita akan berbahaya dan bisa berujung pada kematian. Hal itulah yang perlu diantisipasi oleh serius oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial di Kota Serang.

Banyaknya aduan dan keluhan dari masyarakat ke dirinya karena di persulit saat mereka berobat, membuat Syafruddin harus menegur dinas terkait.

“Mereka itu pengidap penyakit, karena mereka masyarakat miskin yang ada di Kota Serang, kita harus utamakan itu, saat ini memang pelayanan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial memang kurang untuk melayani dan mendata mereka, maka tadi saya tegur mereka semua untuk diperbaiki lagi kinerja kedepannya,” ucapnya saat diwawancarai Tribunpos.com, Selasa (30/04/2019).

Baca Juga: Dinilai Kinerja Dinasnya Buruk, Toyalis Bantah Pernyataan Walikota

Syafruddin mengutarakan, seharusnya masyarakat dengan penyakit itu harus diperioritaskan terlebih dahulu, karena itu kasus serius.

Diakuinya, saat ini Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Serang masih sangat minim dalam melayani dan mendata masyarakat yang mengalami hal tersebut.

Untuk diketahui selain kasus penderita gizi buruk, penderita stunting (gagal tumbuh karena kekurangan gizi) di Kota Serang juga masih tinggi. Tercatat ada sebanyak 2.542 penderita dan saat ini kondisinya sudah kronis. Ini juga yang mengakibatkan Kota Serang terancam sebagai kota dengan status gizi buruk. (**)

Wartawan: Oki Andriyanto
Kabiro Serang: Apriyadi
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed